Umur Boleh Tua, Semangat Pantang Kendur

Dengan lihai para lansia berjoged di depan penonton dan dewan juri. Layaknya muda-mudi, yang perempuan menari, yang lelaki ngibing.

Umur Boleh Tua, Semangat Pantang Kendur
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
PEJOGED TUA-Sejumlah peserta mengikuti Lomba joged lansia dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional 2019 di Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Minggu (26/5). (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

Umur Boleh Tua, Semangat Pantang Kendur

TRIBUN-BALI.COM, DEWATA – Umur boleh saja tua. Rambut boleh saja beruban.

Panggilan boleh saja berubah menjadi kakek dan nenek. Tapi semangat tak boleh kendur.

Itulah yang terlihat dari aksi para warga lanjut usia (lansia) dalam lomba-lomba yang digelar untuk memperingati Hari Lansia Nasional (HLN) 2019, bertempat di area parkir Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Minggu (26/5/2019).

Para lansia itu mengikuti lomba-lomba antara lain megenjekan, joged lansia dan busana ke pura.

Yang paling menarik tentu saja joged lansia. Ketika rindik ditabuh, para lansia yang berusia 60 tahun ke atas ini membuka tangan mereka, lalu menari mengikuti irama rindik.

Baca: Lebaran Semakin Dekat, Ifan Seventeen Rindukan Hal Ini Pada Mendiang Sang Istri

Baca: Glenn Fredly Beri Tanggapan Ini Saat Mendengarkan Tausiah Quraish Shihab di Acara Shihab & Shihab

Baca: 5 Lagu India Sedih Banget, Dijamin Bikin Nangis Bombay

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Liga 1 2019 PSIS vs Persija Jakarta, Tonton di Smartphone

Dengan lihai para lansia berjoged di depan penonton dan dewan juri. Layaknya muda-mudi, yang perempuan menari, yang lelaki ngibing.

Tawa penonton pecah ketika mereka menunjukkan gerak-gerik yang lucu dan menggemaskan.

Lomba ngibing joged sendiri diikuti oleh 13 peserta, sedangkan lomba joged diikuti oleh 14 pasang peserta dengan pengibing.

Sementara itu, lomba gejek 4 grup dan lomba pakaian adat ke pura 12 pasang peserta.

Sebelum acara dimulai, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara turut menyapa para lansia yang tampak ceria dan sumringah.

Selanjutnya sesekali Jaya Negara bercengkerama serta menyaksikan demontrasi senam lansia yang dibawakan ratusan peserta lanjut usia yang masih enerjik di usia senja.

“HLN ini memang diperingati setahun sekali di Kota Denpasar, dan tentunya menjadi peringatan hari keluarga lansia serta memberikan ruang kepada para lansia untuk memotivasi semangat berperilaku hidup sehat. Melalui acara ini para lansia menampilkan kebolehan atau keterampilan mereka di usia senja," ujar Jaya Negara di sela kegiatan.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Merta Jaya mengatakan, peringatan HLN bertujuan untuk menggugah semangat warga lanjut usia yang dirangkai dengan berbagai kegiatan lomba sebagai ajang pertemuan silahturahmi para lansia.

"Kami juga ingin agar meningkatnya nilai sosial masyarakat untuk menghargaia keberadaan lansia. Lansia merupakan pemersatu bangsa," kata Merta Jaya.

Salah-satu lansia peserta acara, yakni Wayan Kerta, mengatakan sangat senang dengan diadakannya acara ini karena acara ini dapat menjadi ajang silaturahmi di antara lansia.

Mereka bisa melihat sesama lansia. Kegiatan ini juga dianggapnya memberi kesempatan para lansia untuk tampil dan membuktikan bahwa usia tidak menjadi halangan dalam berkreasi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved