Untuk Para Gamer, Kecanduan Bermain Game Kini Dijadikan Penyakit Mental oleh WHO

WHO, organisasi kesehatan dunia memutuskan secara resmi mengajukan proposal dan mengakui bahwa 'Gaming Disorder' menjadi penyakit mental terbaru

Untuk Para Gamer, Kecanduan Bermain Game Kini Dijadikan Penyakit Mental oleh WHO
Tribun Bali/Dwi Suputra
(ilustrasi) Game Online 

"Pola perilaku harus cukup keras untuk menghasilkan penurunan signifikan dalam fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau fungsi penting lainnya dan biasanya akan terbukti setidaknya selama 12 bulan."

WHO telah menyarankan para gamer untuk lebih waspada terhadap waktu yang mereka habiskan untuk bermain game.

Terutama jika game telah mengambil alih dan mengubah dan mengganggu kegiatan sehari-hari lainnya.

Perhatikan, sebenarnya bahwa bermain video game pada dasarnya tidak buruk bahkan jika diarahkan dengan baik pasti hasilnya akan baik.

Baca: Tagihan Game Online Capai Rp 11 Juta Bikin Seorang Ibu Kaget, Ini Kronologinya

Baca: Game Online PUBG Mobile Gelar Kompetisi 2019, Total Hadiah 2 Juta Dollar Amerika

Namun ini hanya menjadi gangguan atau sebuah disorder ketika kesehatan fisik, psikologis dan fungsi sosial terganggu.

Beberapa ahli khawatir bahwa klasifikasi baru ini menjadi kontroversi.

Bahkan dapat menyebabkan larangan bermain video game di seluruh dunia.

Mereka juga merasa bahwa dengan penentuan ini dapat membuat video game menjadi terlihat buruk, dan mengurangi efek positif yang mereka bawa.

Bahkan untuk ukuran pasar 'Gaming' di Indonesia sendiri juga tidak sedikit, dari e-sport yang mulai didukung pemerintah hingga mengganggu pekerjaan modern seperti streamer atau Youtuber.

Untuk semua gamer di luar sana, apakah kalian menderita penyakit 'Gaming Disorder' ini?

Apakah keputusan WHO akan menghalangimu untuk bermain game?

Atau mungkin memikliki pendapat bahwa memang nge-game berlebihan memang tidak baik?

(Tribunstyle/Dhimas Yanuar).

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Kecanduan Bermain Game Resmi Dijadikan Penyakit Mental Oleh WHO, Bagaimana Dengan Esport?

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved