Anjing Positif Rabies Mati Setelah Gigit 3 Warga di Jembrana, Dinkes Minta Korban Laporkan Diri

Kasus rabies kembali terjadi di Jembrana. Tiga warga di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya tergigit anjing rabies.

Anjing Positif Rabies Mati Setelah Gigit 3 Warga di Jembrana, Dinkes Minta Korban Laporkan Diri
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
(ilustrasi) Jatuhnya seorang korban gigitan anjing rabies di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, membuat Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemkab Jembrana langsung melangsungkan eliminasi anjing liar di desa setempat, Jumat (15/7/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA -- Kasus rabies kembali terjadi di Jembrana.

Tiga warga di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya tergigit anjing rabies.

Petugas pun sampai turun mencari korban dan memberikan vaksin. 

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana, dr Putu Suasta menyatakan, tiga warga yang tergigit saat ini sudah mendapatkan penanganan.

Ia pun mewanti agar warga yang tergigit anjing segera melapor agar mendapat penanganan.

"Ketika menyepelekan gigitan, tidak lapor puskesmas itu sangat berbahaya sekali. Memang ada tiga warga yang sudah kami tangani dan dinyatakan positif rabies," ucap Suasta kepada Tribun Bali, Minggu (26/5).

Baca: Waspada Modus Penipuan Ini Marak di Denpasar, Warga Dipungut Rp 350 Ribu untuk Demam Berdarah

Ia menyebutkan, kasus gigitan HPR (hewan positif rabies) tersebut terjadi Minggu (19/5) terhadap Ni Nyoman Dendi (73) warga Banjar Puseh, Desa Tuwed.

Ia tergigit anjing di bagian telapak kaki kiri. 

Keesokan harinya, Senin (20/5) Dewa Made Santika (12) juga tergigit pada tangan kiri.

Dari dua kejadian itu, Dinkes Jembrana terjun dan akhirnya memberikan korban VAR di puskesmas 1 Melaya hari itu juga.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved