Ramadan 2019

Dinkes Provinsi Bali Siapkan 124 Fasilitas dan 492 Tenaga Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2019

Jelang Mudik lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyiapkan 124 fasilitas dan 492 tenaga kesehatan

Dinkes Provinsi Bali Siapkan 124 Fasilitas dan 492 Tenaga Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2019
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
(Foto ilustrasi tidak terkait berita) Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2016 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dinkes Provinsi Bali Siapkan 124 Fasilitas dan 492 Tenaga Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2019 

Dinkes Provinsi Bali Siapkan 124 Fasilitas dan 492 Tenaga Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2019

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jelang Mudik lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyiapkan 124 fasilitas dan 492 tenaga kesehatan.

124 fasilitas diantaranya, 32 Puskesmas, 23 Rumah Sakit, 15 Pos Kesehatan dan 54 Mobil Ambulance.

Sedangkan 492 tenaga kesehatan diantaranya, 264 Perawat, 132 Dokter, dan 96 Tenaga lainnya seperti supir ambulance dan lainnya.

Kepala Dinkes Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengatakan, rencana kesiapan jelang mudik lebaran 2019 yaitu mempersiapkan 124 fasilitas dan 492 tenaga kesehatan yang terbagi di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Persiapan ini, dikatakan dr Ketut Suarjaya, sudah disiapkan dua minggu sebelum puasa, dengan mengikuti pertemuan persiapan pengelolaan arus mudik Idul Fitri bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca: Libur Lebaran 2019, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta JKN-KIS Tetap Prima

Baca: Hati-Hati, Ternyata Pakai Kacamata Hitam Asal-asalan Berisiko Mempercepat Timbulnya Katarak

"Dengan memberikan fasilitas dan tenaga kesehatan ini kita sudah berkoordinasi dengan membuat surat edaran ke Dinkes kab/kota terkait siaga pelayanan kesehatan arus mudik. Kemudian bersama tim pantau LS untuk memantau kesiapan fasyankes di kab/kota dengan mengumpulkan data dan informasi kesiapan menghadapi arus mudik lebaran. Serta membuat rencana rapat koordinasi dengan pengelola pengamanan mudik Dinkes kab/kota dan lintas sektor," ujarnya saat dihubungi Tribun Bali, Senin (27/5/2019).

Untuk H-7 Idul Fitri, dr Suarjaya mengatakan, akan melakukan empat persiapan.

Diantaranya, memantau kesiapan ke kab/kota, membuat rencana mengadakan pemeriksaan dan pengambilan sampel faktor resiko kecelakaan (tensi, resiko PTM) pada pengemudi koordinasi lintas bidang, meningkatkan koordinasi kewaspadaan dan pengamatan penyakit menular dan penyakit potensial KLB Diare dengan Dinkes kab/kota dan Kemenkes, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektoral di provinsi.

Baca: Wajib Ber-KTP Bali dan Berplat DK, Koster Susun Pergub Pengaturan Transportasi Kawasan Tertentu

Baca: Dimanageri Gendo, Band Rastafara Cetamol Launching Album Perdana di Kawitannya

"Ini sangat penting. Tahun lalu 2018, data yang tercatat sebanyak 84 persen saat dicek kesehatan dinyatakan sehat. Sedangkan penyakit hanya 2 persen, ISPA 1 persen, Myalgia 4 persen, Cepalgia 1 persen dan sebanyak 8 persen penyakit lainya," paparnya.

Ditegaskan, pengecekan dalam perjalanan mudik sangat dibutuhkan.

Menurut data lakalantas tahun 2018 lalu ada 8 persen meninggal dunia (2 orang), luka berat 17 persen (4 orang) dan luka ringan 75 persen (18 orang).

"Ini yang kita tingkatkan kewaspadaan pada sebelum dan sesudah arus mudik lebaran," tambahnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved