Kontingen Buleleng Targetkan 65 Medali Emas di Porjar Bali 2019

Dalam Porjar tahun ini, Kabupaten Buleleng menurunkan sebanyak 390 atlet, dengan target perolehan 65 medali emas.

Kontingen Buleleng Targetkan 65 Medali Emas di Porjar Bali 2019
Istimewa
Pelepasan 390 atlet kontingen Buleleng di Lobi Athiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Minggu (26/5/2019). Ratusan atlet ini akan bertarung di Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2019 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2019 mulai digelar Minggu (26/5/2019) sampai Jumat pekan depan.

Dalam Porjar tahun ini, Kabupaten Buleleng menurunkan sebanyak 390 atlet, dengan target perolehan 65 medali emas. Target ini disebut-sebut meningkat 10 persen dari raihan tahun sebelumnya.

Ketua Kontingen yang juga Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Gde Dharmaja mengatakan tujuan utama dari keikutsertaan Buleleng pada Porjar Bali 2019 ini untuk memberikan media atau wahana bagi penyaluran minat dan bakat siswa di bidang olahraga. 

Menurutnya, keikutsertaan pada Porjar tahun ini juga sebagai media pembibitan bagi calon-calon atlet untuk berprestasi di tingkat daerah.

Hal itu diungkapkan saat melepas kontingen Kabupaten Buleleng untuk Porjar Bali 2019 di Lobi Athiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Minggu (26/5/2019).

Dengan kekuatan atlet sebanyak 390 orang ditambah dengan pelatih/official sebanyak 94 orang dan pantia 38 orang, Buleleng menargetkan finish di urutan ketiga dengan raihan 65 medali emas.

Target raihan medali emas ini meningkat 10 persen dari raihan tahun sebelumnya. Selain itu, 75 persen dari jumlah atlet Buleleng ditargetkan berhasil meraih medali.

“Tiga target tersebut menjadi tujuan atau misi khusus kami di Denpasar,” ujar Dharmaja.

Sementara Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Suyasa yang melepas secara resmi kontingen Buleleng menyebut persiapan yang dilakukan pada tahun ini lebih panjang dari tahun lalu yang relatif lebih singkat.

Hal ini dikarenakan Porjar tingkat Kabupaten dilaksanakan pada bulan Oktober-November lalu. Dengan begitu, pihaknya memiliki waktu yang lebih dari bulan Januari sampai hari ini untuk memilih atlet.

“Jadi ada rentang waktu yang lebih panjang,” sebutnya.

Saat disinggung mengenai target dua besar di waktu yang akan datang, Mantan Kepala Disdikpora ini mengungkapkan target tersebut harus berjenjang dan bertahap.

Dari segi jangka pendek, dilihat dari skemanya, tahun ini masih tetap di peringkat ketiga. Ada kemungkinan dua tahun lagi bisa masuk di angka 77 medali emas untuk bisa masuk di peringkat kedua.

“Itu gradual nya lima tahunan,” tutup Gede Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved