Pecah! Konser Peluncuran Album Perdana Rastafara Cetamol Kiri-Kanan

Minggu (26/5/2019) malam di Kampus Bawah Undiksha digelar konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol

Pecah! Konser Peluncuran Album Perdana Rastafara Cetamol Kiri-Kanan
Foto panitia konser
Konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol, Minggu (26/5/2019). Pecah! Konser Peluncuran Album Perdana Rastafara Cetamol Kiri-Kanan 

Pecah! Konser Peluncuran Album Perdana Rastafara Cetamol Kiri-Kanan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Minggu (26/5/2019) malam di Kampus Bawah Undiksha digelar konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol.

Konser ini dilaksanakan Manik Bumi Foundation dan bertajuk "Kiri-Kanan" serta berlangsung meriah.

Kadek Hadi Idris dari Manik Bumi mengatakan, Rastafara Cetamol merupakan band yang selalu berjalan beriringan dengan Manik Bumi yang ikut melakukan edukasi-edukasi kepedulian terhadap lingkungan.

"Rastafara Cetamol melakukan edukasi kepedulian terhadap lingkungan dan penyadaran akan pentingnya menjaga kebersihan guna bijak menyampah agar lingkungan tetap asri melalui gigs-gigsnya," katanya.

Baca: Lomba Kreativitas Anak dan Pendidik PAUD Jadi Ajang Latih Mental dan Tukar Pengalaman

Baca: Merokok Sembarangan, 6 Orang Ini Didenda Rp 150 Ribu

Dalam acara ini juga dilakukan pemutaran klip single berjudul Kiri-Kanan yang merupakan salah satu single sekaligus judul album dari Rastafara Cetamol.

Sutradara video klip Kiri-Kanan, Erick Est berharap momentum ini bisa meningkatkan soliditas dan kreativitas band ini dalam bermusik serta tetap menjadi musisi yang low profil.

Konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol, Minggu (26/5/2019).
Konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol, Minggu (26/5/2019). (Foto panitia konser)

Manager Rastafara Cetamol, I Wayan Gendo Suardana bercerita mengenai awal mula bagaimana kenal dengan band ini dan tertarik untuk memanagerinya.

Ia bercerita jika Buleleng kaya dengan musisi lokal yang amat berpotensi dan memiliki musikalitas yang baik namun minim akses.

Baca: TRIBUN WIKI - Ingin Ikut Perayaan Ekaristi saat Berlibur di Bali? Ini 5 Gereja Katolik di Denpasar

Baca: Sebelum Mulai Bisnis, Simak 5 Mitos tentang Wirausaha Ini agar Tak Terjerumus

Berangkat dari pemikiran itu Gendo tertarik membantu memanageri band ini hingga sampai pada titik dimana kawan-kawan Rastafara Cetamol mampu merampungkan Album Kiri-Kanan yang didalamnya terdapat 7 lagu.

Konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol, Minggu (26/5/2019).
Konser musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng Rastafara Cetamol, Minggu (26/5/2019). (Foto panitia konser)

"Kami memilih launching di sini sebab kawa-kawan RC lahir di sini, mereka rata-rata merupakan mahasiswa Undiksha dan berkumpul sehingga bisa main band bareng dan terbentuklah Rastafara Cetamol sejak 2014," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Kita ingin terus menjaga komunikasi dengan Gamasera dalam kemasan launching album ini agar kita tidak lupa pada kawitan, yakni kampus Undiksha karena anak-anak rata-rata tamatan kampus ini dan sering latihan di studio kampus," imbuhnya.

Acara diiringi oleh berbagai band seperti Aprecenta, NoEgo, Duq Belas Malam, Last Year dan Bandito Squad serta ditutup dengan penampilan Rastafara Cetamol.

Penonton yang awalnya pasif, ketika ada perform tiba-tiba mulai beranjak dan merangsek mendekati panggung dengan dendangan penonton kekiri dan kekanan, suasana pun jadi pecah. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved