Ramadan 2019

Raup Omzet Hingga Puluhan Juta, Bahrul Umum Banjir Orderan Pernak-pernik Lebaran

Bahrul Ulum salah satu perajin yang memproduksi pernak-pernik lebaran di Jalan Raya Kuta ini banjir orderan

Raup Omzet Hingga Puluhan Juta, Bahrul Umum Banjir Orderan Pernak-pernik Lebaran
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pernak-pernik lebaran. Raup Omzet Hingga Puluhan Juta, Bahrul Umum Banjir Orderan Pernak-pernik Lebaran 

Raup Omzet Hingga Puluhan Juta, Bahrul Umum Banjir Orderan Pernak-pernik Lebaran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menjelang Hari Raya Idul Firtri pernak-pernik lebaran kini mulai diburu. 

Bahrul Ulum salah satu perajin yang memproduksi pernak-pernik lebaran di Jalan Raya Kuta ini banjir orderan. 

Dia mengaku memasuki awal Ramadan orderan sudah mulai banyak, terutama dari bandara, mal, hotel, restoran dan vila yang ada di kawasan Denpasar hngga Kuta. 

Pernak-pernik lebaran.
Pernak-pernik lebaran. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Awal Ramadan sudah ada orderan dari bandara, vila dan restoran, kalau saat ini lebih banyak mal dan hotel," katanya. 

Baca: Penderita Diabetes Tak Perlu Khawatir Makan Ketupat dan Opor Ayam Lebaran, Ikuti Tips Sehat Ini

Baca: Membangun Serangan yang Baru

Adapun pernak-pernik lebaran yang dia produksi seperti ketupat, bedug, lentera dan kubah masjid. 

Menurutnya, pernak-pernik yang selalu laris diburu yakni ketupat dan bedug sebab dua jenis pernak-pernik ini sangat identik dengan hari raya Idul Fitri.

Pernak-pernik lebaran.
Pernak-pernik lebaran. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Ya yang masih banyak diminati masih ketupat dan bedug sebab itu sudah menjadi tradisi atau ciri khas lebaran," ungkapnya.  

Harga yang dibanderol pun bervariasi.

Harga ketupat mulai Rp 25 ribu - Rp 100 ribu, sedangkan lentera, bedug dan kubah masjid mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta sesuai ukuran dan lama pengerjaan. 

Baca: Dinkes Provinsi Bali Siapkan 124 Fasilitas dan 492 Tenaga Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2019

Baca: Libur Lebaran 2019, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta JKN-KIS Tetap Prima

Bahan yang digunakan untuk membuat pernak-pernik ini yaitu spon dan styrofoam. 

Pernak-pernik lebaran.
Pernak-pernik lebaran. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Bahan dari spon yang dianyam dan di-airbursh, ada beberapa styrofoam tapi tidak banyak," jelasnya. 

Selama 1 bulan omzet yang dia dapat dari membuat pernak-pernik lebaran hingga puluhan juta.

"Omzet sama seperti 2 tahun lalu, ya kira-kira Rp 50 juta, beda kalau dulu ya, seperti 5 atau 7 tahun  lalu bisa dapat Rp 100 jutaan," tuturnya. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved