Waspada Modus Penipuan Ini Marak di Denpasar, Warga Dipungut Rp 350 Ribu untuk Demam Berdarah

Warga Denpasar kembali diresahkan penipuan pungutan dana mengatasnamakan petugas pemerintahan.

Waspada Modus Penipuan Ini Marak di Denpasar, Warga Dipungut Rp 350 Ribu untuk Demam Berdarah
dok/ist
Barang bukti – Kwitansi yang digunakan pelaku untuk memungut iuran kepada sejumlah warga di Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Warga Denpasar kembali diresahkan penipuan pungutan dana mengatasnamakan petugas pemerintahan.

Terbaru, penipuan kali ini berkedok pungutan dana untuk program abatisasi pembasmian demam berdarah dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Tak tanggung-tanggung, pungutan yang diminta mencapai Rp 350 Ribu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini saat dikonfirmasi terkait hal ini membantah jika pihaknya menerapkan biaya untuk program abatisasi.

''Tidak ada dari kami, kami tidak pernah minta iuran untuk program abatisasi,'' sergahnya kemarin.

Berdasarkan informasi yang diterima, aksi pungutan liar ini juga pernah ditemui sekira 4-5 tahun silam.

Saat itu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) marak terjadi.

Umumnya, pelaku menyasar wilayah perumahan dan toko yang kebanyakan warganya bukan orang asli banjar setempat.

Dalam aksinya itu, total biaya sebanyak Rp 350 ribu ini termasuk untuk biaya penyemprotan atau fogging selama sebulan sekali selama satu tahun.

Padahal, kata Sri, fogging tidak rutin dilakukan selama sebulan sekali.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved