13 Perguruan Tinggi Ikut Serta dalam Kemah Religi yang Digelar Kementerian Agama

Kementerian Agama menggelar kegiatan Kemah Religi di Bumi Perkemahan The Sila's Agrotourism Candikuning, Baturiti, Tabanan.

13 Perguruan Tinggi Ikut Serta dalam Kemah Religi yang Digelar Kementerian Agama
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementrian Agama, Prof Drs I Ketut Widnya saat memberikan pemaparan terkait kegiatan kemah religi di The Sila's Agrotourism Candikuning, Baturiti, Tabanan, Senin (27/5/2019) sore 

TRIBUN-BALI.COM – Kementerian Agama menggelar kegiatan Kemah Religi di Bumi Perkemahan The Sila's Agrotourism Candikuning, Baturiti, Tabanan.

Sedikitnya ada 60 mahasiswa dari 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) yang ikut dalam kegiatan yang mengusung tema “Bersama Kita Menuju Pribadi yang Mandiri Berdasarkan Dharma Agama dan Dharma Negara”. 

Kemah Religi ini berlangsung sejak Senin (27/5/2019) hingga Rabu (29/5) besok.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Hindu.

Selain itu juga bertujuan untuk mengantisipasi radikalisme dan terorisme yang mengancam bangsa.

Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementrian Agama, Prof Drs I Ketut Widnya, Senin (27/5/2019).

Baca: Taksi Online Wajib KTP Bali & Berplat DK, Kadishub Janjikan Penyusunan Pergub Selesai Dua Minggu

Baca: Jejak Langkah Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Karir Cemerlang di Militer Kini Jadi Tersangka Kasus Makar

“Tujuannya adalah untuk membangun dan mempertebal semangat nasionalisme dan jiwa keagamaan. Karena dua hal itu sering dipertentangkan,” kata Prof Widnya usai acara.

Dia melanjutkan, ide dasar penyelenggaraan kegiatan Kemah Religi oleh Kementrian Agama adalah karena akhir-akhir ini banyak lahir paham radikalisme. Ada dua kata yang memiliki makna yakni Kemah dan Religi.

“Jadi kemah itu nasionalisme untuk memantapkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme mahasiswa kita, dan religi itu agama yang betujuan untuk mempertebal keimanan kita,” jelasnya.

Dalam kemah religi ini, kata dia, diharapkan menghasilkan solusi masalah kebangsaan di kalangan mahasiswa, penguatan agama, pendidikan dan karakter.

Selain itu, kemah religi ini juga diharapkan membangun semangat kekeluargaan.

Nantinya, saat kegiatan akan lebih banyak dilakukan dialog-dialog untuk bagaimana mencari solusi terkait persoalan yang terjadi dan bisa menelurkan ide kreatif, teologi, filosofi, serta pembangunan sosial.

Baca: Kerahkan 3.191 Personel dalam Operasi Ketupat Agung, Ini Titik-Titik Rawan Mudik Menurut Polda Bali

Baca: 166 Personel Polresta Denpasar Disiapkan dalam Operasi Ketupat Agung, Benny:Niatkan untuk Masyarakat

“Artinya dengan kegiatan Kemah Religi ini akan bisa menjaga kekeluargaan yang utuh. Terlebih lagi, zaman modern ini sudah mulai mengarah ke sifat yang individual,” jelasnya.

Untuk diketahui, selama kegiatan kemah religi berlangsung (tiga hari), mahasiswa juga akan diberikan materi seperti yoga, hipnoterapi dan bakti sosial.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved