Berita Kota Denpasar

Cegah Kekerasan terhadap Anak, Pemkot Denpasar Libatkan Guru PAUD dan SD

Kekerasan pada anak-anak sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu yang paling dominan adalah faktor lingkungan.

Cegah Kekerasan terhadap Anak, Pemkot Denpasar Libatkan Guru PAUD dan SD
Humas Pemkot Denpasar
Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti saat melakukan sosialisasi gerakan nasional anti kekerasan seksual anak (GN-AKSA) pada guru-guru PAUD dan SD se-Kota Denpasar Selasa (28/5/2019) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM - Kekerasan pada anak-anak sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu yang paling dominan adalah faktor lingkungan.

Untuk mencegah hal tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melibatkan guru-guru PAUD dan SD.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti saat melakukan sosialisasi gerakan nasional anti kekerasan seksual anak (GN-AKSA) pada guru-guru PAUD dan SD se-Kota Denpasar Selasa (28/5/2019) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar.

Menurut Laksmi Dharmayanti, kekerasan pada anak memberi dampak negatif dan luas terhadap korban terutama dalam proses tumbuh kembang anak.

Kekerasan pada anak lebih sering terjadi lingkungan rumah tangga, lingkungan publik dan suatu komunitas.

“Untuk di lingkungan publik salah satunya di sekolah, kami harapkan peran serta para guru-guru untuk turut mengambil bagian dalam pencegahan,” ujarnya.

Baca: Jika Ada Perusahaan di Bali yang Tak Berikan THR, Silahkan Karyawannya Lapor ke Sini

Baca: BPK RI Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan ke Pemprov Bali, Tiga Hal Masih Jadi Catatan 

Untuk itu dalam pendidikan dalam sekolah diharapkan para guru tidak hanya memperhatikan perkembangan akademis semata melainkan juga harus memperhatikan perkembangan pergaulan anak didik.

Mengingat kejadian kekerasan yang dialami anak-anak tidak hanya kekerasan fisik melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelataran. 

Menurut Laksmi Dharmayanti kasus kekerasan yang tercatat di UPTD PPA Kota Denpasar tahun 2018 sebanyak 135 kasus terdiri dari kasus pelecehan seksual, KDRT, penelantaran dan anak berhadapan dengan hukum.

Fenomena lain terungkap anak sebagai pelaku kekerasan semakin meningkat tiap tahunnya.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved