Drama Modern 'Sang Guru', Ceritakan Sisi Ketidakjelasan dan Tekanan Batin Seorang Guru Honorer

Penulis naskah Komang Adi Wiguna, menyebutkan inti permasalahannya dalam naskah ini adalah ketidakjelasan dan tekanan batin seorang guru honorer

Drama Modern 'Sang Guru', Ceritakan Sisi Ketidakjelasan dan Tekanan Batin Seorang Guru Honorer
Tribun Bali/Karsiani Putri
Pementasan Sang Guru pada 18 Mei 2019 lalu di gedung Kesirarnawa Art Center, Denpasar, Bali 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN- BALI.COM, DENPASAR- Beberapa waktu belakangan ini di Gedung Kesirarnawa Art Center tengah giat-giatnya dihadirkan berbagai penampilan seni, khususnya pementasan teater.

Salah satunya drama 'Sang Guru' yang dipentaskan pada tanggal 18 Mei 2019 lalu di gedung Kesirarnawa Art Center.

Penulis naskah dan sutradara drama 'Sang Guru', Komang Adi Wiguna, menyebutkan inti permasalahannya dalam naskah ini adalah ketidakjelasan dan tekanan batin seorang guru honorer.

"Ide awal penulisan naskah 'Sang Guru' berawal dari sahabat saya Hendra Utay yang menawarkan saya untuk mementaskan drama modern dalam rangka program penyajian dan pengembangan seni UPTD taman budaya Art Center tahun 2019."

"Di sana pula sahabat saya menawarkan naskah monolognya yang berjudul 'Pidato 7 menit' agar diadaptasi menjadi sebuah naskah drama. Dari point tersebut tercetuslah 'Sang Guru' untuk saya jadikan judul dari naskah drama ini," ucap Komang Adi Wiguna.

Baca: 1.000 Guru di Bangli Belum Dapat Tunjangan, Sebut Masalah Klasik Tiap Tahun

Baca: 6 Kisah Pasangan Artis Indonesia ini Jadi Sorotan Karena Terlibat Cinta Segitiga

Ia juga menyebutkan konsep naskah 'Sang Guru' tidak jauh dari konsep naskah monolog 'Pidato 7 menit' itu sendiri.

Ia hanya memperjelas dan memperkuat tekanan batin akan ketidakjelasan nasib si guru tersebut sebagai guru honorer, di sana juga Ia masukkan kehidupannya di luar sekolah.

Ia menjelaskan bahwa tujuan dibuatnya naskah ini adalah untuk mengingatkan masyarakat untuk kembali saling menghargai dan menghormati segala profesi pekerjaan.

Di sisi lain,ia juga berharap agar pemerintah menghargai dan memfasilitasi penemu-penemu muda dan seniman.

Halaman
123
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved