Harga dan Kualitas Jadi Tantangan Produk Lokal, Disperindag Rancang Subsidi 30 Persen untuk UMKM

Misalnya ada yang ingin membuat jus saat musim jeruk, mereka perlu alat kita bantu 30 persen lah

Harga dan Kualitas Jadi Tantangan Produk Lokal, Disperindag Rancang Subsidi 30 Persen untuk UMKM
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Putu Astawa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub)  Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Salah satu klausulnya menyebutkan bahwa pengguna baik swalayan maupun pasar modern wajib memasarkan 60 persen produk pertanian lokal dari total volume yang dipasarkan. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Putu Astawa menyampaikan dalam pergub memang tidak diatur mengenai sanksi bagi yang melanggar, namun kalau memang mau berpihak pada produk-produk lokal, maka gubernur bisa memberikan reward atau difasilitasi dalam kemudahan perizinan kepada swalayan tersebut.

“Kalau mau mencari untung di Bali seyogyanya lah mau berpihak pada produk-produk lokal,” kata Astawa saat menghadiri fasilitasi pemasaran produk unggulan daerah di Bali Creative Industry Center (BCIC) Tohpati Denpasar, Selasa (28/5/2019).

Baca: Pemkot Denpasar Gelar Sosialisasi Hasil Evaluasi Jabatan Bersama KemenPAN RB

Baca: Kibaskan Kayonan, Rai Mantra Buka PKB Kota Denpasar Tahun 2019

Untuk itu, pihaknya akan terus memfasilitasi pemasaran produk-produk industri Bali dengan cara mempertemukan antara produsen dengan pengguna barang, seperti Bali Hotel Association, PHRI, catering, restoran dan swalayan.

“Kita pertemukan mereka dengan produsen kita. Kita ingin IKM di Bali bisa berkembang,” ujar mantan Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali ini. 

Dengan begitu, kata dia, ekonomi bisa tumbuh, lapangan pekerjaan akan tercipta sehingga nanti IKM akan bergairah dan semakin berkembang.

Di sisi lain, persoalan yang dihadapi hari Ini adalah terkait belum maksimalnya pemanfaatan dan pemasaran produk lokal itu sendiri karena masalah daya saing, yang meliputi harga belum kompetitif, serta dari segi kualitas.

Baca: Keppres Cuti Bersama PNS 2019 Diteken Jokowi, Ini Jadwal Lengkapnya

Baca: Jadi Narasumber Seminar Nasional di Undiknas, Rai Mantra Gugah Jiwa Wirausaha Mahasiswa

“Tenun-tenun kita sering dikeluhkan luntur sehingga kapok orang beli. Maka dari itu harus menggunakan teknologi, bagaimana teknik pencelupan benangnya supaya tidak gampang luntur. Itu menjadi tantangan,” terangnya.

Untuk mengatasi hal itu, Pemprov Bali berencana akan membangun rumah desain yang menjadi semacam forum para desainer untuk melahirkan desainer-desainer baru, karena sekarang ini suatu produk dinilai cepat  jenuh.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved