Sebut Mirip Film India dengan Nada Membentak Saksi, Pengacara di PN Denpasar Ini Hampir Diusir Hakim

Kalian berdua. Kalian ngomong muter-muter seperti film India tidak laku’. Pernyataan ini ditujukan kepada polisi, sontak pernyataan ini memicu

Sebut Mirip Film India dengan Nada Membentak Saksi, Pengacara di PN Denpasar Ini Hampir Diusir Hakim
Tribun Bali/Putu Candra
Sidang narkotik - Suasana ruang sidang di PN Denpasar pada Senin (27/5/2019). Para terdakwa dan pengacara berdiskusi dalam perkara narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- ‘Kalian berdua. Kalian ngomong muter-muter seperti film India tidak laku’. Pernyataan ini ditujukan kepada polisi, sontak pernyataan ini memicu kemarahan hakim.

Hussein, penasihat hukum terdakwa Taufik Rosdiawan hampir saja diusir hakim dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (27/5) sore.

Hussein diancam diusir dari ruang sidang lantaran berteriak dengan nada membentak saksi dari kepolisian.

"Sudah-sudah cukup. Saudara kalau tidak bisa mengontrol emosi, Anda keluar," tegas Hakim Ketua Esthar Oktavi kepada Hussein.

Peringatan dari hakim itu membuat Hussein gelagapan.

"Maaf, saya sedang pusing," ucapnya, sembari menggosok hidung seperti orang sedang pilek.

Dalam perkara narkotik dengan terdakwa Taufik Rosdiawan mengagendakan mendengarkan keterangan empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gst Lanang Suyadnyana.

Dua saksi, adalah Dolly Andre Anggara dan Muhammad Lubis (para terdakwa berkas terpisah), dua saksi lainnya adalah petugas kepolisian dari Polresta Denpasar.

Awalnya, majelis hakim menanyakan perihal kasus ini kepada saksi dan disusul pertanyaan dari jaksa.

Saat tiba giliran diberikan kesempatan bertanya kepada saksi, tiba-tiba Hussein membentak saksi polisi.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved