Terkait Status WBD, Dewan Minta Pemkab Tabanan Ngantor di Jatiluwih

Komisi IV dan Komisi II DPRD Tabanan mendatangi kawasan heliped yang kini menjadi centre point di daerah tujuan Jatiuwih

Terkait Status WBD, Dewan Minta Pemkab Tabanan Ngantor di Jatiluwih
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Rombongan Anggota DPRD Tabanan saat melakukan kunjungan di Jatiluwih, Tabanan, Senin (27/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi IV dan Komisi II DPRD Tabanan mendatangi kawasan heliped yang kini menjadi centre point di daerah tujuan Jatiuwih, Senin (27/5/2019).

Kunjungan dewan ke area centre point di kawasan DTW Jatiluwih ini didasari karena polemik yang menjadi sorotan belum lama ini, yakni keberadaan helipad di tengah kawasan yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) oleh UNESCO

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Dirga mengatakan, wilayah tersebut dirasa perlu adanya lembaga khusus yang mengelola WBD.

Sehingga dalam pengelolaan dan pembangunannya akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Ia menyebutkan, selama ini belum ada yang melanggar ketentuan dan kedepannya jangan sampai ada yang melanggar.

Artinya harus ada yang mengawasi dan ada aparat yang melakukan tindak tegas jika ada yang melanggar.

“Jadi mari bersama untuk menjaga hal ini (WBD) baik itu dari masyarakat, pengelola dan pihak Pemerintah Tabanan. Bagaimana nanti menjaga apa yang boleh, dan ada yang tidak. Termasuk juga fasilitasnya, yang mana yang boleh yang mana yang tidak itu harus diperhitungkan,” ujarnya.

“Sehingga jika tidak ada pengawasan juga susah. Lebih baik lagi pemerintah ngantor di Jatiluwih untuk melakukan pengawasan. Kemudian juga sosialisasi untuk pemahaman terkait WBD kepada masyarakat,” sambung Dirga.

Tinjau GOR Debes Tabanan
Setelah Jatiluwih, rombongan ini langsung bergerak menuju GOR Debes Tabanan.

Kunjungan tersebut hanya untuk memastikan sejauh mana pembangunan telah berlangsung dan bagaimana persipan Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali.

Terlebih lagi, nantinya GOR Debes ini akan menjadi ikon utama untuk Proprov Bali. 

“Berbekal informasi dari eksekutif pada rapat kerja kemarin yang nantinya gedung ini (GOR) akan bisa digunakan, kami harapkan berjalan dengan baik dan GOR ini nantinya bisa digunakan untuk Porprov,” katanya.

Pembangunan GOR ini akan terus diawasi agar pembangunan berjalan dengan baik. Jangan sampai nantinya tak bisa digunakan saat Porprov.

“Kami akan awasi terus ini pembangunan, sehingga kami memilih turun. Jangan sampai nanti bangunan ini terlantar kan tidak bagus. Dan syukur saat ini sudah dinyatakan akan dilanjutkan mulai 29 Mei ini, kita lihat saja setelah tanggal kontrak nanti,” ujarnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved