BNNP Bali Musnahkan Barang Bukti Sabu hingga Ganja, BB Penangkapan 6 Pelaku Selama April-Mei 2019

BNN Provinsi Bali menggelar pemusnahan barang bukti seluruh sitaan narkotika

BNNP Bali Musnahkan Barang Bukti Sabu hingga Ganja, BB Penangkapan 6 Pelaku Selama April-Mei 2019
Tribun Bali/M Firdian Sani
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa menunjukkan barang bukti narkoba sebelum dimusnahkan menggunakan mesin incinerator, Rabu (29/5/2019). BNNP Bali Musnahkan Barang Bukti Sabu hingga Ganja, BB Penangkapan 6 Pelaku Sepanjang 2019 

BNNP Bali Musnahkan Barang Bukti Sabu hingga Ganja, BB Penangkapan 6 Pelaku Sepanjang 2019

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa beserta Kabid Berantas BNNP Bali dan tim menggelar pemusnahan barang bukti seluruh sitaan narkotika termasuk jaringan Thailand.

Pemusnahan barang haram ini menggunakan mesin incinerator di halaman kantor BNNP Bali, Rabu (29/5/2019).

"Jadi pada hari ini kita akan memusnahkan sabu-sabu seberat 1.997,82 gram, ekstasi 1.442 butir serta ganja seberat 373,71 gram," ujar Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa selaku Kepala BNNP Bali.

Pada tanggal 13 Mei 2019 tersangka pengedar narkotika jaringan Thailand ditangkap di Bandara Ngurah Rai.

Mereka adalah Mr Prakob Seetesang dengan 408,65 gram sabu dan Mr Adison Phonlamat asal Thailand dengan 431,16 gram jenis sabu.

Baca: Tiga Banjar di Desa Antap Tabanan Terdampak Perbaikan Pipa PDAM

Baca: Jadi Pebulutangkis Nomor Satu Dunia, Inilah Penghasilan Fantastis Kevin Sanjaya, Kaya Raya

"Nah, dalam jaringan-jaringan mereka ini, untuk Thailand masih kita kembangkan jaringannya, karena masih ada hambatan dalam komunikasi. Dia tidak bisa bahasa Inggris, dia hanya bisa bahasa Thailand. Tapi sudah mampu kita buktikan bahwa memang mereka mempunyai niat untuk mengedarkan sabu-sabu di Bali," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali telah mendapat lampu hijau dari pengadilan untuk melakukan pemusnahan barang-barang haram tersebut.

"Barang bukti ini kasusnya sekarang dalam proses penyidikan, karena sudah mendapat penetapan dari pengadilan, dapat dilakukan pemusnahan, karena barang-barang ini adalah barang-barang rawan untuk dikonsumsi, digunakan, hilang dan lain sebagainya," katanya.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved