BNNP Bali Sebut Denpasar dan Kuta Rawan Peredaran Narkoba

Denpasar dan Kuta dinilai memiliki tingkat kekhawatiran dan kerawanan paling tinggi atas kasus narkoba

BNNP Bali Sebut Denpasar dan Kuta Rawan Peredaran Narkoba
Tribun Bali/M Firidan Sani
Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa selaku Kepala BNN Provinsi Bali saat ditemui awak media di halaman Kantor BNN Provinsi Bali, Rabu (29/5/2019). BNNP Bali Sebut Denpasar dan Kuta Rawan Peredaran Narkoba 

BNNP Bali Sebut Denpasar dan Kuta Rawan Peredaran Narkoba

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Narkoba kian merajalela, banyak kasus terungkap di sepanjang tahun 2019.

Denpasar dan Kuta dinilai memiliki tingkat kekhawatiran dan kerawanan paling tinggi.

"Peredaran paling tinggi ada di Denpasar dan Kuta, itu yang tertinggi, domisili pelaku ini memang dari sana, itu memang menjadi tempat mereka mengedarkan," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa.

Tercatat ada enam tangkapan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali untuk periode bulan April - Mei 2019.

Baca: Pengakuan Chris Hemsworth Tentang Bali dan Kesannya Bermain di MIB International

Baca: Harus Tetap Metilesang Dewek saat Bekerja di Luar Negeri, 20 Anak dari KK Miskin Mulai Pelatihan

Dilihat dari kasus-kasus yang berhasil diungkap, memang Denpasar masih jauh dari kategori aman untuk urusan barang haram ini.

"Masih menjadi pekerjaan besar kita mengungkap kasus-kasus yang beredar," tambahnya.

Penyebaran narkoba di Bali, khususnya Denpasar dan Kuta disinyalir melewati jalur udara dan laut.

Baca: Geliat Kerajinan Gerabah di Desa Kapal Badung, Perajin Bisa Kewalahan Saat Dapat Pesanan

Baca: Pemkab Banyuwangi Beri Bingkisan Lebaran pada Ratusan Petugas Kebersihan

"Karena di Bali itu bisa lewat udara, udaranya bisa antar pulau, kemudian antar negara, seperti Thailand datang ke Bali, kemudian lewat laut penyeberangan," ungkapnya.

Penangkapan dinilai akan terus bertambah dan peredaran di lapas diharapkan akan kian berkurang.

"Dari bapak kalapas sedang membuka diri untuk melakukan bersih lapas, tapi untuk pengamanan supaya lebih urgen dan perfect sudah kami umumkan memiliki kebijakan sendiri, kita sudah menginformsikan bagaimana supaya di lapas ini peredarannya berkurang," tuturnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved