BPOM Lakukan Sidak di Karangasem, Temukan Rhodamin B dan Boraks di 3 Jenis Makanan

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bali mengelar sidak makanan di Pasar Amlapura Timur dan menemukan tiga jenis makanan mengandung boraks

BPOM Lakukan Sidak di Karangasem, Temukan Rhodamin B dan Boraks di 3 Jenis Makanan
Istimewa
Petugas BPOM mengecek makanan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bali mengelar sidak makanan di Pasar Amlapura Timur serta Pasar Subagan, Karangasem, sejak Senin (27/5/2019).

Petugas menyasar makanan mengandung bahan pengawet.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi, BPOM Bali, Luh Putu Witariathi menjelaskan, hasil sidak ditemukan tiga jenis makanan mengandung Rhodamin B serta boraks, yaitu jaja uli, tumpeng merah, serta bleng kerupuk.

"Ada 50 jenis makanan yang kami ambil pakai sampel. Dari jumlah tersebut, tuga jenis makanan positif mengandung Rhodamin B dan boraks," kata Putu Witariathi, Selasa (28/5/2019).

Makanan mengandung boraks dan Rhodamin B kemudian diamankan petugas.

Untuk pedagang diberikan teguran dan diminta tidak menjual makanan tersebut. Jika pedagang tetap menjual makanan, maka akan ditindak tegas.

Sidak digelar untuk antisiasi campurn zat pewarna dan pengawet pada makanan. Ia akatakan, jangan sampai masyarakat dirugikan.

"Tadi di Pasar Rendang, Kecamatan Rendang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Karangasem dan BPOM menemukan warung yang menjual Rhodamin B. Barangnya diamankan dan pedagang diberi teguran," ungkap dia.

Dua hari lalu, BPOM juga mengecek sidak takjil di Pasar Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Dari 20 sampel makanan yang diambil semuanya negative, layak dikonsumsi.

BPOM janji terus meengecek jenis makanan.

Untuk diketahui, Sekda Provinsi Bali juga telah membuat surat edaran nomor 497 tahun 2019, terkait penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan.

Dalam surat tersebut dilarang menjual bahan berbahaya seperti rhodamin, methanyl, serta borax.

Jika ada bahan berbahaya tersedia di warung saudara agar dikembalikan ke pemasok.

Seandainya selama tiga bulan masih ditemukan produk tersebut, petugas akan sita dan menindak sesuai peraturan perundang - undangan yang berlaku. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved