Jamin Akurasi Pengisian BBM Selama Musim Mudik, Uji Tera Dilakukan di Delapan SPBU di Tabanan

uji tera di SPBU dilaukkan untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen agar terhindar dari praktik penyelewengan saat pengisian BBM

Jamin Akurasi Pengisian BBM Selama Musim Mudik, Uji Tera Dilakukan di Delapan SPBU di Tabanan
Istimewa
Petugas saat melakukan uji tera di salah satu SPBU di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik Lebaran mendapat atensi.

Bidang Kemeteorologian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan uji tera di SPBU jalur tersebut.

Tujuannya untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen agar terhindar dari praktik penyelewengan saat pengisian BBM.

Kabid Meteorologi, Dinas Perindag Tabanan, Wayan Roby Megananta mengatakan, pengawasan ini dilakukan secara rutin.

Pengawasan ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen agar terhindar dari praktik penyelewengan saat pengisian BBM.

"Karena peningkatan akan permintaan kebutuhan BBM saat momen mudik Lebaran memungkinkan terjadinya aksi kecurangan yang dilakukan oleh oknum di SPBU ataupun karena faktor ketidaksengajaan akibat gangguan alat (eror) akibat lonjakan transaksi," ujar Wayan Roby saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/2019).

Pengawasan dilakukan sejak beberapa waktu lalu yang merupakan instruksi dari Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan.

Dari 17 SPBU yang ada di Tabanan, ada delapan yang terletak di Jalur Mudik atau Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk.

Di antaranya, SPBU abiantuwung, Bypass Ir Sukarno, Gerogak, Lumajang, Lalanglinggah, Soka, Selabih dan SPBU Pesiapan. Seluruhnya sudah mendapatkan pengawasan dengan melakukan tera ulang.

Untuk pengawasan di luar jalur mudik, juga dilakukan pengawasan rutin. Setidaknya, dalam kurun waktu dua bulan (April-Mei) sudah ada sembilan SPBU yang ada mengajukan permohonan tera ulang.

Sebab, layanan uji tera SPBU wajib dilakukan karena merupakan sebagai salah satu syarat untuk bisa mendapatkan stok suplai Bahan Bakar Minyak.

"Dampaknya sangat besar untuk dapat stok suplai BBM sehingga semua SPBU harus ditera ulang," imbuhnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved