Korban Pembacokan di Buleleng Ini Malah Terancam Dijebloskan ke Penjara, Anak Sudah Diciduk Polisi

Masih ingat dengan kasus penganiayaan yang berujung pada aksi pembacokan akibat salah paham saat bermain judi di wilayah Penarukan, Buleleng

Korban Pembacokan di Buleleng Ini Malah Terancam Dijebloskan ke Penjara, Anak Sudah Diciduk Polisi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
KRONOLOGI - Dewa Putu Witana menuturkan kronologi pembacokan yang dialaminya di Mapolres Buleleng, Senin (20/5/2019).   

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -- Masih ingat dengan kasus penganiayaan yang berujung pada aksi pembacokan akibat salah paham saat bermain judi di wilayah Penarukan, Kecamatan Buleleng?

Dewa Putu Witana yang semula menjadi korban, kini terancam merasakan gerahnya tidur di balik jeruji besi.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan itu terbukti melanggar hukum.

Witana diduga ikut melakukan pemukulan terhadap Yoyok (37), hingga membuat mata sebelah kirinya lebam.

Mengingat Dewa Witana masih menjalani proses pemulihan akibat luka bacok yang diderita, maka tindakan penahanan belum dapat dilakukan.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (28/5) mengatakan, meski sejatinya Witana menderita luka yang lebih parah akibat dibacok dengan celurit oleh Yoyok, namun berdasarkan hasil penyelidikan pria yang beralamat di Lingkungan Penarukan Desa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini juga terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap Yoyok, berupa memukulinya menggunakan kepalan tangan tepat di bagian mata sebelah kiri.

"Kami sudah memediasi, namun rupanya kasus ini tidak menemui titik terang. Sehingga kami perlu melakukan tindakan hukum. Sehingga Yoyok juga jadi tersangka di Polres Buleleng, sementara Dewa Witana jadi tersangka di Polsek Kota. Kami tidak melihat lukanya siapa lebih parah. Apa yang dia lakukan, apa yang dia perbuat, itu yang harus dipertanggungjawabkan," ujar Kompol Wiranata.

Apakah pemukulan yang dilakukan oleh Dewa Witana terhadap Yoyok bukan termasuk langkah untuk membela diri? "Beda. Ini lah kalau memang dia (Dewa Witana) merasa dianiaya, dia tidak boleh bertindak seperti itu. Jadi karena si A dipukul oleh si B, si C malah mukul lagi si ini. Jadi mutar.  Tidak boleh seperti itu," jelasnya.

Selain Dewa Witana, Kompol Wiranata menyebut pihaknya telah menangkap satu pelaku lagi yang terbukti ikut terlibat dalam aksi penganiayaan ini.

Dia adalah anak kedua Dewa Witana, bernama Dewa Made Caniastara (19), yang telah diamankan di Polsek Kota Singaraja sejak tiga hari yang lalu.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved