Petani Subak Pelengan Buka-bukaan Soal Irigasi dan Gagal Panen

Seorang petani, I Wayan Sutrisna, mengadukan nasib areal persawahannya, pada Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta,

Petani Subak Pelengan Buka-bukaan Soal Irigasi dan Gagal Panen
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Saluran irigasi petani di Subak Pelengan, Kelurahan Bitera, Gianyar ditutup. Warga tak bisa mengeluh karena itu tanah milik pribadi pada Rabu (29/5/2019). 

Petani Subak Pelengan Buka-bukaan Soal Irigasi dan Gagal Panen

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seorang petani Subak Pelengan, Kelurahan Bitera, Gianyar mengeluhkan kondisi irigasi di wilayahnya pada Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta.

Saat ini, dari belasan hektare persawahan yang masih aktif tak kurang dari satu hektare.

Kondisi ini semakin parah, lantaran saluran irigasi para petani telah ditutup bangunan.

Namun mereka tidak bisa protes, lantaran sejumlah bagian dari irigasi itu memang merupakan tanah milik pribadi.

Seorang petani, I Wayan Sutrisna, mengadukan nasib areal persawahannya, pada Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta, Rabu (29/5/2019).

Baca: Warga Singaraja Terima Hadiah Motor Dari Madurasa

Baca: VIDEO! SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Semen Padang Vs Persib Bandung

Baca: Sering Berkelahi, Siswa SMP di Kecamatan Sukasada Tak Lulus, Ini Datanya

Hal tersebut diakibatkan, tanamannya terancam gagal panen sejak saluran irigasinya ditutup bangunan. Pihaknya berharap, para petani diberikan solusi.

“Karena irigasi masuk ke rumah orang, otomatis ditutup. Tapi kami tidak bisa protes, karena itu hak orang. Saya minta solusi supaya airnya bisa mengalir, biar bisa dibantu oleh pemerintah,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta mengatakan, pihaknya telah mengimformasikan kondisi petani di Subak Pelengan, ke pihak terkait di Pemkab Gianyar.

Mulai dari Sekda Gianyar, Made Wisnu Wijaya, Dinas Pekerjaan Umum hingga DPRD Gianyar.

“Ya, tadi ada petani yang mengadukan ke saya bahwa saluran irigasinya mati total, karena saluran air yang masuk ke pekarangan rumah orang ditutup. Saya sudah sampaikan hal ini ke Sekda, PU dan DPRD Gianyar, semoga ada tindak lanjut,” tandasnya.

Plt Dinas PU Gianyar, Wayan Karya mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi.

Pihaknya saat ini tengah mencarikan solusi supaya air tetap bisa mengalir ke tanah pertanian warga. Satu solusinya, adalah membuat saluran di tanah yang bukan milik pribadi.

“Sedang kami carikan solusi, kemungkinan akan dibuatkan saluran irigasi di tanah yang bukan milik pribadi. Astungkara secepatnya bisa terealisasi,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved