Sering Berkelahi, Siswa SMP di Kecamatan Sukasada Tak Lulus, Ini Datanya

Pelanggaran berat yang dimaksud ialah sering berkelahi di sekolah sampai mencekik temannya, serta melakukan tindakan pencurian di luar Desa Pegayaman,

Sering Berkelahi, Siswa SMP di Kecamatan Sukasada Tak Lulus, Ini Datanya
ilustrasi/net
Aksi perkelahian

Sering Berkelahi, Siswa SMP di Kecamatan Sukasada Tak Lulus, Ini Datanya

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pengumuman kelulusan tingkat SMP di Buleleng dilakukan Rabu (29/5/2019).

Dari 11.508 peserta yang mengikuti ujian, enam diantaranya dinyatakan tidak lulus, dengan berbagai alasan.

Satu di antaranya karena dinilai melakukan pelanggaran berat di sekolah hingga harus berurusan dengan polisi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika mengatakan, siswa yang tidak diluluskan karena melakukan pelanggaran berat di sekolah itu berinisial PU dari SMP Maulana Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Pelanggaran berat yang dimaksud ialah sering berkelahi di sekolah sampai mencekik temannya, serta melakukan tindakan pencurian di luar Desa Pegayaman, hingga dipanggil pihak kepolisian.

"Nilai sikap dan perilakunya kurang. Siswa tersebut juga merokok, dan sering berkelahi. Pernah dipanggil polisi juga sehingga dengan berat hati tidak diluluskan," terang Astika saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain PU, ada lima siswa lain yang juga tidak diluluskan. Diantaranya dua siswa dari SMPN 1 Banjar, berinisial PAS dan KAS. Disusul satu siswa dari SMPN 2 Gerokgak berinisial PMP. Kemudian satu siswa dari SMP Negeri Satu Atap 2 Gerokgak dengan inisial KP. Serta satu siswa lagi dari SMP Maulana Pegayaman dengan inisial AR.

Khusus dua siswa di SMPN 1 Banjar, tidak diluluskan karena nilai ujian sekolahnya tidak memenuhi KKM, nilai sikap yang kurang, serta jumlah ketidakhadiran (alpha) tinggi. Sementara satu siswa di SMPN 2 Gerokgak, karena tidak memenuhi kriteria kelulusan. Artinya, ada nilai di semester 5 yang bolong. Sedangkan satu siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Gerokgak, tidak lulus karena tidak mengikuti USBN.

Sementara satu siswa SMP Maulana Pegayaman dengan inisial AR, tidak diluluskan karena tidak mengikuti USBN.

"Khusus yang tidak mengukuti USBN itu sudah sempat dicari oleh gurunya, namun tidak ada ditempat. Tidak ada informasi yang jelas, padahal dia sempat ikut UN. Untuk itu sekolah menyepakati melalui dewan guru agar anak ini (KP,red) tidak diluluskan," terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved