10 Hari Hilang, Wayan Murjana Ditemukan Membusuk di Tengah Sawah

Masyarakat Banjar Cengkok, Desa Baha digegerkan dengan penemuan mayat di Subak Ayunan Munduk Cengkok

10 Hari Hilang, Wayan Murjana Ditemukan Membusuk di Tengah Sawah
Polres Badung
10 Hari Hilang, Wayan Murjana Ditemukan Membusuk di Tengah Sawah 

10 Hari Hilang, Wayan Murjana Ditemukan Membusuk di Tengah Sawah

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Masyarakat Banjar Cengkok, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (29/5/2019) kemarin, digegerkan dengan penemuan mayat di Subak Ayunan Munduk Cengkok, Banjar Cengkok, Desa Baha.

Mayat itu pertama kali ditemukan Wayan Niscaya (60) yang beralamat di Banjar Bantas, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi.

Saat itu, Wayan Niscaya pergi ke sawah miliknya untuk menyabit rumput.

Tiba di sawah ia melihat seseorang yang posisinya telungkup di tengah sawah miliknya.

Saat didekati ternyata adalah mayat yang kondisinya sudah membusuk.

Baca: Rute Vietjet Air Ho Chi Minh-Denpasar Diharapkan Mampu Tingkatkan Kunjungan Turis Vietnam ke Bali

Baca: 1.000 Penari Pendet & Fragmentari Somya Siswa PAUD Unjuk Gigi dalam Gebyar PAUD Kota Denpasar 2019

Ia pun langsung menghubungi kepolisian guna melakukan penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 17.30 Wita mayat tersebut dievakuasi BPBD Kabupaten Badung bersama warga sekitar.

AKBP Yudith Satriya Hananta saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku sekitar pukul 18.00 Wita mayat yang diketahui bernama Wayan Murjana (65) alamat Banjar Busana Kaja, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung itu langsung dikirim ke RSUP Sanglah.

"Kami belum mengetahui pasti kematiannya. Begitu juga kapan beliau meninggal," jelasnya.

Baca: Dua Tahun Tak Pulang Kampung, Misyanto Tukar Uang Pecahan untuk Lebaran

Baca: 6 Kuliner Khas Dan Legendaris Yang Bisa Dicicipi Saat Menikmati Libur Lebaran Ke Banyuwangi

Menurut Yudith, salah satu keluarga korban I Made suarna (50) menceritakan bahwa korban sudah meninggalkan rumah dari 10 hari yang lalu.

Bahkan saat pergi korban diketahui membawa ember cat, dan sebuah HP yang sudah rusak.

"Menurut keterangan Made Suarna, korban pergi dengan berjalan kaki. Karena lama tidak kembali ke rumah ia bersama pihak keluarga berusaha mencari korban di wilayah Gianyar, Tabanan dan Petang," jelas Yudith.

Namun Rabu (29/5/2019) sekitar pukul 17.00 Wita, korban ditemukan meninggal di tengah sawah.

"Kami belum mengetahui apakah korban menderita penyakit atau tidak. Kemungkinan faktor usia dan linglung. Tapi kini jenazah masih dilakukan pemeriksaan di RSUP Sanglah yang dikirim dengan ambulans BPBD," pungkasnya.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved