KABAR DUKA! Istri Mendiang Pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita Tutup Usia

Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Puri Kilian, Puri Agung Bangli ini, dibenarkan Anak Agung Anom Suarcana (75) pada Kamis (30/5/2019).

KABAR DUKA! Istri Mendiang Pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita Tutup Usia
kolase/istimewa dokumentasi keluarga
Sempat menjalani perawatan di RS Balimed Denpasar, Jero Pasek Jempiring akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 14.45 WITA, Selasa (28/5/2019). Istri dari pahlawan asal Bangli, Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita ini wafat pada usia 92 tahun. 

KABAR DUKA! Istri Mendiang Pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita Tutup Usia

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sempat menjalani perawatan di RS Balimed Denpasar, Jero Pasek Jempiring akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 14.45 WITA, Selasa (28/5/2019).

Istri dari pahlawan asal Bangli, Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita ini wafat pada usia 92 tahun.

Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Puri Kilian, Puri Agung Bangli ini, dibenarkan Anak Agung Anom Suarcana (75) pada Kamis (30/5/2019).

Dikatakan, penyebab wafatnya Jero Jempiring lantaran jatuh dan sempat tidak sadarkan diri. Kejadian itu diketahui tiga pekan lalu, dan oleh pihak keluarga segera dilarikan ke RS Balimed.

“Saat jatuh ibu sempat pingsan sebentar. Namun akhirnya tersadar, bahkan bisa berjalan sendiri ketika hendak berobat. Ibu mengidap vertigo baru-baru ini, saat menginjak usia sekitar 90 tahunan. Penyakit itu yang (diduga) menyebabkan ibu tiba-tiba tidak sadarkan diri dan terjatuh. Sebelumnya ibu tidak pernah punya penyakit apapun, bisa dibilang ini pertama kalinya ibu dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Baca: Tidak Puasa Saat Perjalanan Mudik, Boleh Kah? Ini Penjelasan Buya Yahya

Baca: Ini Alasan Hindari Perjalanan Mudik Malam Hari, Berikut Tips Mudik Menggunakan Motor

Baca: Kondisi Gilimanuk Sejak Rabu hingga Kamis Ini, Pelabuhan Tak Terlalu Padat di Siang Hari

Baca: Jalur Mudik di Bali Siaga, Ini 6 Titik Rawan Kemacetan Parah

Pria yang merupakan anak semata wayang pasangan AA Gde Anom Mudita dan Jero Jempiring ini juga mengatakan, meski telah menginjak kepala sembilan, semasa hidup kondisi fisik Jero Jempiring tergolong sangat energic.

Beragam pekerjaan mulai dari pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, hingga pekerjaan dapur, diakui Gung Suarcana kerap dikerjakan oleh ibunya.

Jero Jempiring menikah dengan Kapten Anom Mudita pada tahun 1942. Namun lima tahun kemudian, yakni 1947 Kapten Anom Mudita gugur di medan perang, meninggalkan istri dan seorang putra berusia tiga tahun. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved