Meskipun Low Session, Wisata Spiritual di Bangli Justru Laris

Meski kini memasuki low session, destinasi wisata spiritual di Bangli tak terpengaruh hal tersebut

Meskipun Low Session, Wisata Spiritual di Bangli Justru Laris
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Air Terjun Tukad Cepung 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Minimnya kunjungan wisatawan akhir-akhir ini disebut karena memasuki low session

Selain itu juga karena dampak pemilu, belum memasuki masa liburan sekolah, dan harga tiket ke Bali yang tergolong mahal. Meski demikian, destinasi wisata spiritual tak terpengaruh hal tersebut.

Kepala Bidang Promosi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Merta mengatakan, khususnya jalur udara, peningkatan harga tiket berkisar antara 15 persen hingga 20 persen.

Jumlah ini berbanding terbalik dengan harga tiket keluar Bali.

“Kalau dari Bali keluar murah. Namun kalau masuk ke Bali, cenderung mahal. Ini yang kerap dikeluhkan oleh wisatawan domestik karena biasanya harga tiket berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu per orang, sekarang harganya Rp 1 juta lebih. Tak hanya tiket pesawat, peningkatan tiket juga terjadi pada moda transportasi jalur darat,” ujarnya, Rabu (29/5/2019).

Merta melanjutkan, harga tiket yang melambung tentunya berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata. Tak terkecuali, terhadap hotel dan restoran.

Kondisi ini diakui Merta akan bertahan hingga bulan Juli atau pun Agustus.

Walau beberapa objek wisata mengalami penurunan kunjungan, untuk objek wisata spiritual diakui Merta tidak terpengaruh. Seperti Sala, maupun Tukad Cepung.

“Ini dikarenakan kunjungan ke objek wisata spiritual bersifat lokal. Sebabnya pada hari Sabtu, Minggu, maupun hari-hari suci seperti purnama atau tilem. Selain objek wisata spiritual, objek wisata air terjun juga masih menjadi bertahan saat low session ini. salah satunya objek wisata Air Terjun Tibumana,” ujarnya.

Kepala Dusun Penida Kelod, Desa Tembuku I Made Mujana mengatakan, objek wisata pelukatan di areal Tukad Cepung, tidak terpengaruh terhadap minimnya kunjungan wisatawan.

Ini karena objek wisata spiritual berupa pelukatan targetnya wisatawan lokal.

Namun demikian, lanjut Mujana, objek wisata Tukad Cepung sendiri juga tidak terpengaruh. Bahkan diakui kunjungan wisatawan kian meningkat, hingga menduduki peringakat kunjungan wisatawan terbanyak se Bali.

“Informasi yang kami dapatkan per tadi pagi (kemarin), dari survei menunjukkan kunjungan wisatawan ke Tukad Cepung salah satu yang terbanyak di Bali. Dalam satu hari, kunjungan bisa mencapai 500 orang. informasi ini didapatkan dari sejumlah travel agent yang ada di areal Denpasar. Jumlah ini diperkirakan semakin bertambah saat memasuki libur hari raya Idul Fitri awal Juni nanti,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved