Ni Putu dan Novi Dituntut 15 Tahun Penjara, Ibu Rumah Tangga ini Miliki 389 Butir Ekstasi

Ni Putu dan Novi Dituntut 15 Tahun Penjara, Ibu Rumah Tangga ini Miliki 389 Butir Ekstasi

Ni Putu dan Novi Dituntut 15 Tahun Penjara, Ibu Rumah Tangga ini Miliki 389 Butir Ekstasi
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Ilustrasi- Foto tak terkait berita 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ni Putu Sugiastini (39) hanya bisa diam seribu bahasa, saat Jaksa Penuntut Umum menuntutnya dengan pidana 15 tahun penjara.

Ibu rumah tangga ini tidak sendirian dihadapkan di muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (29/5) kemarin.

Rekannya, Novi Yanti (31) juga dikenakan tuntutan yang sama.

Baca: Pria ini Ditangkap di Halaman Indomaret, Disebut-sebut Eksekutor Rencana Pembunuhan Pejabat Negara

Keduanya dinilai terlibat peredaran narkotik jenis sabu-sabu seberat 289,38 gram netto dan 389 butir ekstasi.

Dalam surat tuntutan, Jaksa Ni Luh Wayan Adhi Antari menyatakan, perbuatan para terdakwa dinilai memenuhi unsur-unsur pidana, sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Sugiastini dan Novi melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika Jo Pasal Pasal 55 ayat (1) ke-KUHP.

Baca: Pacar Hamil dan Tak Disetujui Orangtua, Pria ini Pilih Bunuh Diri

Disebutkan dalam dakwaan alternatif kedua, bahwa keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman berupa sabu seberat 289,38 gram netto dan 389 butir ekstasi.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana masing-masing penjara selama 15 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara. Dan denda sebesar Rp 1 miliar, subsidair enam bulan penjara," tegas Jaksa Adhi dihadapan majelis hakim yang diketuai Engeliky Handajani Day.

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukum, I Made Suardika Adyana merasa keberatan.

Baca: Kapten Vincent Raditya Temui Jenderal Bintang Satu Setelah Lisensi Terbangnya Dicabut

Sehingga penasihat hukum kedua terdakwa meminta waktu untuk untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved