Ramadan 2019

Organda Bali Akui Animo Masyarakat Mudik Pakai Jalur Darat Meningkat

Animo masyarakat yang melaksanakan mudik berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri 2019/1440 Hijriih melalui jalur darat meningkat

Organda Bali Akui Animo Masyarakat Mudik Pakai Jalur Darat Meningkat
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Para penumpang yang mulai ramai di Terminal A Mengwi, Badung, Bali, Rabu (22/5/2019). Jelang Idul Fitri jumlah penumpang yang akan mudik melalui terminal ini sudah meningkat 5-10 persen. 

Organda Bali Akui Animo Masyarakat Mudik Pakai Jalur Darat Meningkat

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Animo masyarakat yang melaksanakan mudik berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri 2019/1440 Hijriih melalui jalur darat meningkat.

Hal itu diakui oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Bali, Ketut Eddy Darma Putra.

Saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (30/5/2019) siang, Eddy mengatakan bahwa animo masyarakat mudik menggunakan jalur darat disebabkan oleh dua hal utama.

Pertama karena tarif mudik melalui jalur udara mahal, dan kedua karena telah dibangunnya infrastruktur berupa tol sehingga mempersingkat waktu tempuh perjalanan.

Baca: Pelindo III Pelabuhan Benoa Dukung Kelancaran Angkutan Laut Rute Indonesia Timur

Baca: Kemenpar Target 100.000 Turis Vietnam ke Indonesia, Optimis Tercapai Lewat Rute Vietjet Air ke Bali

"Ya seperti biasanya Denpasar sampai di Jogja itu jam 10 (atau) jam 11, sekarang jam 6 sudah masuk jogja. Jadi efesiensi waktu," terangnya.

Mahalnya harga tiket melalui jalur udara dan tersedianya tol ini, juga menyebabkan penambahan armada yang masuk ke wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jakarta sebanyak lima persen.

Kepada masyarakat yang hendak melaksanakan mudik, Eddy mengimbau agar tidak memakai barang-barang berharga dan mencolok, sebab ini akan memancing orang melakukan niat jahat.

Baca: TRIBUN WIKI - 8 Rekomendasi Tempat Makan Seafood di Kota Denpasar

Baca: Eggi Sudjana Diduga Alami Claustrophobia Karena Ditahan di Sel Sempit, Bagaimana Efeknya?

Kemudian bagi pemudik yang membawa sepeda motor disarankan kendaraannya dipaketkan, sementara orangnya dapat naik bus.

Hal ini berkaitan dengan keselamatan di perjalana, dimana biasanya pengendara motor rentan mengalami ngantuk sehingga lakalantas menjadi tinggi.

"Yang diharapkan biar mudik Lebaran aman, nyaman sampai di rumah, kembali lagi dengan baik. Gitu kita harapannya itu," imbuhnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved