Tantangan Pelaku UMKM Bali Ekspansi ke Vietnam, Dubes: Restoran Sangat Potensial

Potensi usaha yang dapat dikembangkan di Vietnam oleh pelaku usaha Indonesia menurut Ibnu dapat mengembangkan sektor kuliner atau restoran.

Tantangan Pelaku UMKM Bali Ekspansi ke Vietnam, Dubes: Restoran Sangat Potensial
reservasi.com
Betutu Men Tempeh 

Tantangan Pelaku UMKM Bali Ekspansi ke Vietnam, Dubes: Restoran Sangat Potensial

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Vietnam merupakan satu di antara pasar terbesar ekspor mobil Indonesia.

Tercatat pada tahun 2018, ekspor mobil ke Vietnam mencapai 40 ribu unit atau sekitar 20 persen dari total ekspor mobil Indonesia sebesar 220 ribu unit.

Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi kepada tribun-bali.com saat ditemui di Kuta, Kamis (30/5/2019).

“Ekspor dominan kita ke sana (Vietnam) mau tahu? Adalah mobil dan batu bara. Separuhnya power lamp atau sumber listrik mereka adalah menggunakan batubara. Selain mereka impor dari Australia, Rusia, dan Cina. Impor dari Indonesia juga katanya paling bagus batu baranya,” ungkap Ibnu.

Selain itu produk palm oil atau minyak sayur serta makanan ringan menjadi kebutuhan Vietnam yang banyak diimpor Indonesia.

“Beberapa komoditi kita sudah cukup eksis ekspor kesana tinggal mendorong lebih lagi,” imbuhnya.

Potensi usaha yang dapat dikembangkan di Vietnam oleh pelaku usaha Indonesia menurut Ibnu dapat mengembangkan sektor kuliner atau restoran.

“Di Ho Chi Minh banyak restoran Malaysia ada 10 kalau tidak salah. Usaha restoran Indonesia di sana, baru satu. Itu-pun bentuknya kafe. Saya dengar sudah ada yang tertarik buka usaha restoran di sana (Ho Chi Minh). Why not,” ungkap Ibnu.

Ia menambahkan dengan adanya penerbangan langsung Vietjet rute Ho Chi Minh-Bali dapat dimanfaatkam mengirimkan bahan baku makanan.

Penerbangan hanya kurang lebih 3 jam cepat itu pengirimannya. “Kalau buka restoran di sana cukup potensial,” imbuhnya.

Untuk garmen seperti kain-kain khas Bali, kerajinan dari UMKM yang banyak diproduksi juga dapat ekspansi di pasarkan ke Vietnam.

“Pasar Vietnam berbeda dengan pasar ekspor Australia danMalaysia. Tetapi bisa mulai dirintis oleh para eksportir,” tambah Ibnu.

Selaku Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu memiliki tugas selain menjalin hubungan bilateral, juga harus menjalin hubungan kerja sama ekonomi seperti potensi-potensi yang disampaikan diawal tadi. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved