97 Persen Toko Modern Stop Pakai Plastik, Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup Sasar Pasar Tradisional

Sekitar 97 persen toko modern yang beroperasi di Bali sudah mematuhi Pergub dengan tidak menyediakan kantong plastik

97 Persen Toko Modern Stop Pakai Plastik, Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup Sasar Pasar Tradisional
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja saat ditemui di kantornya, Jumat (31/5/2019). 97 Persen Toko Modern Stop Pakai Plastik, Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup Sasar Pasar Tradisional 

97 Persen Toko Modern Stop Pakai Plastik, Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup Sasar Pasar Tradisional

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai.

Pergub tersebut pun telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak untuk menciptakan Bali bebas dari sampah plastik.

Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, sekitar 97 persen toko modern yang beroperasi di Bali sudah mematuhi Pergub dengan tidak menyediakan kantong plastik di tokonya.

“Setelah adanya sosialisasi ke beberapa toko modern maupun kabupaten/kota sudah mencapai angka 97 sampai 100 persen tidak lagi menggunakan plastik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja saat ditemui di kantornya, Jumat (31/5/2019).

Toko-toko modern itu kebanyakan mengganti pembungkus plastik dengan tas ramah lingkungan yang terbuat dari kain.

Begitu juga pemakaian sedotan sudah mulai berkurang karena sudah ada penggantinya dari bambu atau alumunium.

Baca: Edarkan 63,58 Gram Sabu dan 94 Butir Ekstasi, Putu Adi Divonis 11 Tahun Penjara

Baca: UNHI Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Pascasarjana

Walaupun lebih mahal, Teja meyakini pelan-pelan konsumen akan menjadi terbiasa.

“Sekarang tugas saya adalah masuk ke pasar tradisional. Ini tugas berat yang harus kita kerjakan segera sambil terus melakukan evaluasi,” tuturnya.

Adapun upaya yang dilakukan pihaknya menertibkan penggunaan plastik di pasar tradisional adalah dengan memberikan pembinaan kepada pedagang di pasar dengan menggandeng PKK dan sekaa teruna di desa.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved