Mudik Lebaran 2019

Arus Mudik 2019 Transportasi Laut Lebih Stabil

Jumlah penumpang embarkasi (naik) dan debarkasi (turun) terbanyak berada di Pelabuhan Kupang yakni sebanyak 8.671 orang,

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Rizki Laelani
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala KSOP Pelabuhan Padang Bai bersama petugas kepolisian sedang memeriksa kelayakan kapal di Dermaga Padang Bai, Kamis (16/5/2019). 

Arus Mudik 2019 Transportasi Laut Lebih Stabil

TRIBUN-BALI.COM - CEO Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra, mengatakan, pihaknya menyiapkan 9 terminal penumpang kapal laut di wilayah kerja regional Banyuwangi, Bali, dan Nusa Tenggara untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang mudik dan arus balik Lebaran tahun 2019.

Arus mudik transportasi laut diprediksi terjadi mulai H-9 hingga H+6 Lebaran.

“Untuk wilayah regional Bali Nusa Tenggara, angkutan laut memang diminati untuk moda transportasi penumpang maupun barang, karena wilayahnya yang terdiri dari pulau-pulau kecil. Namun, pada masa angkutan lebaran 2019 ini, jumlah pemudik di wilayah regional  Bali Nusa Tenggara diprediksi relatif lebih stabil dibandingkan masa mudik natal dan tahun baru," jelasnya.

Ia memaparkan, jumlah pemudik (naik dan turun) menggunakan kapal laut yang melalui pelabuhan di regional tersebut sejak H-15 hingga H-9  pada masa angkutan Lebaran 2019 tercatat sebanyak 20.780 penumpang.

Jumlah penumpang embarkasi (naik) dan debarkasi (turun) terbanyak berada di Pelabuhan Kupang yakni sebanyak 8.671 orang, diikuti oleh Pelabuhan Maumere, Bima, Benoa, dan Tanjung Wangi.

Baca: Tahun Depan Cruise Sepanjang 335 Meter Bisa Sandar di Pelabuhan Benoa

Baca: Hari Ini Diprediksi Puncak Mudik Melintas Gilimanuk, Ini Waktu yang Tepat Agar Tak Terjebak Macet

Baca: AHY Ungkap Kondisi Sang Ibu, Keluarga Yudhoyono Sudah Kumpul di Singapura dan Mohon Doa

Baca: Live Streaming Liga 1 2019, Head to Head Bali United Vs Persija Kickoff 21.30 WITA Jumat Ini

"Biasanya penumpang dari daerah memilih datang lebih awal untuk menghindari membludaknya jumlah pemudik di akhir Ramadan atau menjelang hari raya Idul Fitri. Jika hal itu terjadi, Pelindo III tetap mengantisipasi dengan mengatur alur proses penumpang ke terminal penumpang agar penumpang tetap aman dan nyaman," tegas Wayan Eka.

Oleh sebab itu, kata dia, Pelindo III telah menyiapkan fasilitas terminal penumpang dan posko pelayanan terpadu dikoordinir oleh otoritas pelabuhan setempat, dengan melibatkan gabungan personel lainnya  yang terdiri dari kepolisian, militer, operator terminal Pelindo III, operator kapal/perusahaan pelayaran, dan rumah sakit/tenaga medis yang tersebar pada beberapa Pelabuhan yang tersebar di pelabuhan di regional tersebut.

Guna mendukung kenyamanan dan keamanan penumpang, Pelabuhan Benoa telah memiliki terminal penumpang domestik yang dilengkapi dengan fasilitas seperti boarding pass, ruang tunggu, mushola, toilet, ruang laktasi dan ruang kesehatan.

Tidak hanya itu, terminal penumpang domestik seluas 1.383 m2 tersebut dilengkapi area parkir yang mampu menampung sebanyak 40 sampai 50 unit armada bus serta tempat duduk yang nyaman dan akses wi-fi, pendingin ruangan serta beberapa perlengkapan keselamatan lainnya seperti pemeriksaan menggunakan x-ray bagi penumpang naik atau turun kelengkapan CCTV dan ketersediaan alat pemadam api ringan (apar).

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram merinci, sejak H-15 sampai dengan H-9 tahun 2019, tercatat sebanyak 1.557 orang telah melakukan proses embarkasi dan debarkasi. Jumlah tersebut diprediksi akan menurun jika dibandingkan dengan H-15 sampai H-9 tahun 2018 yang mencapai 1.869 Orang.

“Pada musim mudik Lebaran, jumlah penumpang melalui Pelabuhan Benoa memang tidak terlalu signifikan peningkatannya, jika dibanding dengan musim libur natal dan tahun baru,” ungkap Agung Mataram.

Meski demikian, Pelindo III tetap menyediakan posko angkutan lebaran sebagaimana arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang ditempatkan di area parkir Terminal Domestik.

“Dalam penyelenggaraan posko angkutan Lebaran kami juga bersinergi dengan beberapa petugas di lingkungan Pelabuhan Benoa diantaranya pihak keamanan, perhubungan, kesehatan, operator kapal, dan petugas Pelindo III yang akan berjaga secara shift hingga H+15 setelah lebaran,” jelasnya. (*)

Beberapa kapal Pelni secara rutin melaksanakan kegiatan embarkasi dan debarkasi melalui Terminal Domestik Pelabuhan Benoa, Bali diantaranya :

KM Tilongkabila kapasitas 1.643 penumpang

KM. Lawit kapasitas 1.602 penumpang

KM. Leuser kapasitas 1.643 penumpang

KM. Sabuk Nusantara 79 kapasitas 472 penumpang.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved