Ramadan 2019

Harga Tiket Pesawat di Online Travel Agent Naik Berkali-kali Lipat, Kemenhub Lakukan Langkah Ini!

Publik tengah ramai membicarakan mahalnya harga tiket penumpang untuk rute-rute tertentu menjelang liburan Lebaran 2019

Harga Tiket Pesawat di Online Travel Agent Naik Berkali-kali Lipat, Kemenhub Lakukan Langkah Ini!
tribunnews
ilustrasi tiket pesawat. Harga Tiket Pesawat di Online Travel Agent Naik Berkali-kali Lipat, Kemenhub Lakukan Langkah Ini! 

Harga Tiket Pesawat di Online Travel Agent Naik Berkali-kali Lipat, Kemenhub Lakukan Langkah Ini!

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Publik tengah ramai membicarakan mahalnya harga tiket penumpang untuk rute-rute tertentu menjelang liburan Lebaran 2019.

Tiket Bandung-Medan atau Jakarta-Makassar misalnya, di Online Travel agent (OTA) bisa dijual lima sampai enam kali lipat dari tarif normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menegaskan, pihaknya telah meminta maskapai untuk mengingatkan dan menegur mitra penjual/agen agar tidak menampilkan harga yang tidak masuk akal karena penerbangan harus melalui beberapa kali transit.

“Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit,” ujar Polana, Jumat (31/5/2019), dalam keterangan resmi yang diterima tribun-bali.com.

Polana menambahkan, dalam suasana dimana permintaan tiket pesawat mengalami puncak seperti musim liburan dan Lebaran 2019 ini, kemunculan harga yang tidak masuk akal makin membuat publik kebingungan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan dalam industri penerbangan.

Baca: Beredar Kabar Ani Yudhoyono Kritis, Ternyata Begini Kondisi Sebenarnya

Baca: Raffi Ahmad Langsung Potong Pembicaraan Saat Nagita Slavina Menyebut Yuni Shara dengan Panggilan Ini

Tiket yang dijual di aplikasi bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan.

Untuk rute Bandung tujuan Medan misalnya, tiket yang ditawarkan adalah melalui transit Denpasar dan Jakarta, baru terbang ke Medan.

“Bagaimana dengan Jakarta-Makassar? Penerbangan yang ditawarkan harus transit melalui Jayapura, baru terbang lagi ke barat dari Jayapura ke Makassar? Mengapa rute yang dipilih calon penumpang bisa menjadi seperti itu? Mengapa itu bisa terjadi?” ucap Polana.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved