Dispora Terima Belasan Aduan Sepanjang Pelaksanaan Porsenijar Bali 2019

Penutupan Porsenijar Bali 2019 dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra

Dispora Terima Belasan Aduan Sepanjang Pelaksanaan Porsenijar Bali 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Penyerahan piala pada para juara umum Porjar Bali 2019 di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (31/5/2019). Dispora Terima Belasan Aduan Sepanjang Pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 

Dispora Terima Belasan Aduan Sepanjang Pelaksanaan Porsenijar Bali 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 telah resmi berakhir.

Penutupan Porsenijar Bali 2019 dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (31/5/2019) kemarin.

Banyak hal yang terjadi pada pesta olahraga pelajar Bali tersebut, seperti kegembiraan para atlet yang dapat memperoleh prestasi atau medali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali, Made Rentin menilai secara umum pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 telah berjalan dengan lancar.

“Secara umum kami melihat bahwa pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 berjalan dengan lancar, lancar dalam pelaksanaannya. Dari kami, sisi pemerintah Provinsi Bali selaku panitia penyelenggara, kami menilai hasil evaluasi adalah seluruhnya berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Baca: Ani Yudhoyono Tutup Usia, Presiden Jokowi Ajak Rakyat Indonesia Doakan Almarhumah

Baca: 31.123 KK Sudah Terselesaikan, Disdukcapil Badung Terus Lakukan Pemutakhiran KK

Walau ia menilai keseluruhan pelaksanaan berjalan dengan lancar, namun ada beberapa hal yang menjadi evaluasi untuk perbaikan kedepannya, dan hal tersebut akan menjadi catatan penting Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali.

Ia bercerita, selama pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 mendapatkan sekitar 17 pengaduan dari masyarakat, publik maupun aparat pemerintah kabupaten/kota tentang pelaksanaan Porsenijar Bali 2019.

Salah satu pengaduan tersebut ialah tentang kebersihan tempat yang digunakan untuk perlombaan ataupun pertandingan.

“Catatan penting, kepedulian masyarakat, kepedulian atlet dan semua pelaku dalam pelaksanaan Porjar Bali 2019. Selama seminggu pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 saya mendapat tidak kurang dari 17 pengaduan dari masyarakat, publik, perangkat dan aparat pemerintah kabupaten/kota. Pengaduan tersebut antara lain adalah kita para pelaku Porsenijar Bali kurang peduli terhadap kebersihan, padahal Pak Gubernur telah mencanangkan bahwa kita care/peduli dan bersih dari sampah plastik tetapi dalam pelaksanaan Porsenijar Bali 2019 masih ada masyarakat yang kurang peduli. Kami panitia selalu memberikan imbauan dan mengingatkan semua pelaku untuk sama-sama menjaga kebersihan terutama kita bebaskan area perlombaan atau pertandingan cabor itu dari sampah plastik, itu suatu hal yang penting untuk menjadi bahan evaluasi kami di tahun-tahun berikutnya,“ katanya. 

Baca: Warga Jembrana Ini Lumpuh Akibat Kecelakaan, Anaknya Terpaksa Bekerja Sambil Sekolah

Baca: Tim Supervisi Mabes Polri Cek Kesiapan Operasi Ketupat 2019 di Bali

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved