Ramadan 2019

Ikut Pesantren Kilat Selama Ramadan, Warga Binaan Lapas Kerobokan Ngaku Alami Banyak Perubahan

Mendekam di bui sejak tahun 2018, tidak menyurutkan niat salah-satu narapidana, Imran Pagi untuk memperbaiki diri

Ikut Pesantren Kilat Selama Ramadan, Warga Binaan Lapas Kerobokan Ngaku Alami Banyak Perubahan
Tribun Bali/M Firdian Sani
Suryadi salah seorang warga binaan permasyarakatan di Lapas Kelas II A Kerobokan saat diwawancarai media, pada Jumat (31/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bulan Ramadan adalah bulan penuh ampunan bagi siapapun tanpa terkecuali.

Mendekam di bui sejak tahun 2018, tidak menyurutkan niat salah-satu narapidana, Imran Pagi untuk memperbaiki diri.

Bulan Ramadan menjadi titik balik untuk berubah dan memulai semuanya.

Penghuni Lapas Kelas II A Kerobokan ini mengikuti pesantren kilat pada Ramadan 2019 ini.

"Disini saya ikut pesantren kilat, acaranya setiap pagi mulai jam 10 sampai jam 12," katanya.

Baca: Dijemput Pesawat Hercules TNI AU, Jenazah Almarhumah Ani Yudhoyono Dijadwalkan Tiba Pukul 22.00 WIB

Baca: Lapas Kerobokan Undang Keluarga Warga Binaan Buka Puasa Bersama

Pesantren kilat diawali dengan salat duha, lalu tausiah dan mengaji.

Ia mengakui banyak belajar ilmu agama di pesantren kilat, termasuk mengaji dan salat.

"Baru di sini saya belajar ngaji, salat, kalau di luar sibuk, ya sibuk bekerja," ujar bapak 2 anak ini.

Di pesantren kilat ia banyak mendengar tausiah yang menambah pengetahuannya tentang agama.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved