Melarat di Pulau Surga

Warga Jembrana Ini Lumpuh Akibat Kecelakaan, Anaknya Terpaksa Bekerja Sambil Sekolah

I Gusti Ketut Merta yang lumpuh akibat kecelakaan saat ini tinggal dengan anaknya di rumah milik saudaranya.

Warga Jembrana Ini Lumpuh Akibat Kecelakaan, Anaknya Terpaksa Bekerja Sambil Sekolah
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra (kiri) mengunjungi I Gusti Ketut Merta, warga kurang mampu asal Banjar Brawantangi Taman, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Jumat (1/6/2019). 

Warga Jembrana Ini Lumpuh Akibat Kecelakaan, Anaknya Terpaksa Bekerja Sambil Sekolah

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Sosial Provinsi Bali merespons cepat setelah mengetahui adanya pemberitaan di salah satu media terkait kondisi I Gusti Ketut Merta, warga kurang mampu asal Banjar Brawantangi Taman, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

I Gusti Ketut Merta yang lumpuh akibat kecelakaan saat ini hanya tinggal dengan sang anak Gusti Putu Rizki Pastika Jaya (14) di rumah milik saudaranya karena ia tidak memiliki rumah.

Mengetahui kondisi tersebut, secara khusus Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra langsung meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada I Gusti Ketut Metra didampingi Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (1/6/2019).

Pada kesempatan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Bali menyerahkan kursi roda, beras serta telur.

"Hari ini kita meninjau keluarga I Gusti Ketut Merta. Beliau mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan dan saat ini tinggal bersama anaknya. Kita serahkan bantuan kursi roda, beras dan telur. Karena beliau tidak ditanggung KIS maka saya sudah minta aparat desa untuk membantu prosesnya lebih lanjut," ujar Dewa Mahendra.

Ditambahkan Dewa Mahendra, akibat kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat sang anak Gusti Putu Rizki Pastika Jaya harus bekerja di sela-sela kegiatan sekolahnya.

Bahkan sebelum berangkat sekolah, ia harus masak terlebih dahulu untuk makan sang ayah yang memang hanya bisa terbaring di tempat tidur kesehariannya.

"Anaknya sebelum sekolah harus masak dulu. Dia juga bekerja serabutan agar bisa mendapat uang untuk kebutuhan keluarga. Keinginannya besar untuk bisa melanjutkan ke jenjang SMA. Kita coba bantu fasilitasi agar dia bisa melanjutkan pendidikannya dan mendapatkan beasiswa miskin," imbuh mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved