Smart Woman

Kisah Ocha yang Belajar Bisnis Sejak SD, Dari Jualan Gelang hingga Kelola Restoran di Ubud

Lika-liku perjalanan bisnis sudah pernah dijalani Ocha, sebelum akhirnya kini ia menjadi perempuan pengusaha yang cukup berhasil

Kisah Ocha yang Belajar Bisnis Sejak SD, Dari Jualan Gelang hingga Kelola Restoran di Ubud
Dok. Pribadi
Pande Md Sri Suwar Septiani SE MM 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Membuat gelang lalu menjualnya ke kawan-kawan sepermainan, menulis kartu ucapan, memasarkan produk kecantikan, hingga berjualan teh di pinggir jalan.

Semua lika-liku perjalanan bisnis itu sudah pernah dijalani Pande Md Sri Suwar Septiani SE MM, sebelum akhirnya kini ia menjadi perempuan pengusaha yang terbilang cukup berhasil.

“Usaha pertama yang dilakonin dari SD yaitu membuat gelang sendiri, terus dijual ke temen-temen kelas. Nah pas SMP, sempat jualan kartu ucapan, biasanya saat Valentine karena kebetulan saya suka nulis juga,” tutur perempuan yang akrab disapa Ocha ini. 

Kesenangan berbisnis itu pun masih terus berlanjut saat duduk di bangku SMA, dengan mencoba ikut seorang kawannya untuk memasarkan produk kecantikan.

“Saat kuliah semester 2, berasa sekali uang jajan ga cukup karena orang tua sangat disiplin. Waktu itu uang jajan seminggu Rp 200 ribu, cukup ga cukup yaa harus dicukupin. Mulai saat itu sudah terbiasa makan mie instan karena hanya itu yang cukup selama 1 minggu.”

Situasi itu yang membuat Ocha yang sempat vakum berbisnis akhirnya terpanggil lagi untuk berwirausaha.

Ketika momen itulah ia mulai berani membeli franchise Teh Poci menggunakan modal dari berjualan kosmetik.

“Waktu itu pro dan kontra banget karena tidak dapat restu dari orang tua. Satu-satunya yang men-support hanya kakak. Dia yang sangat berperan dalam kehidupan saya. Dia sampai cuti kerja buat bantuin buat teh. Saat itu kami bagi tugas. Kakak yang membuat teh dan membantu bawa sampai ke warung. Saya ke pasar, beli es batu dan perlengkapan yang lainnya,” kisahnya. 

Pernah orangtuanya mempertanyakan pilihan Ocha, mengapa dirinya mau repot dan berjuang susah payah?

Jatuh bangun memang dialaminya karena saat itu masih kesulitan mencari pegawai. Sampai akhirnya ia menemukan rekanan yang tepat dan mereka sama-sama merintis hingga hampir 10 tahun lamanya.

Halaman
12
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved