Stok Elpiji Aman Saat Lebaran, Harga Daging Ayam & Telur Diatas HET

Saat ini terjadi kenaikan terhadap harga daging ayam, yakni Rp 38 ribu per kilogram

Stok Elpiji Aman Saat Lebaran, Harga Daging Ayam & Telur Diatas HET
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Sejumlah pedagang dan pembeli sedang bertransaksi di dalam Pasar Rakyat Banjar di Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin (20/6/2016). Stok Elpiji Aman Saat Lebaran, Harga Daging Ayam & Telur Diatas HET 

Stok Elpiji Aman Saat Lebaran, Harga Daging Ayam & Telur Diatas HET

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Stok gas elpiji di Kabupaten Buleleng selama perayaan hari raya Idul Fitri dipastikan aman.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Buleleng, Ketut Suparto, Minggu (2/6/2019).

Dari 11 jumlah agen elpiji yang ada di Buleleng, per harinya mampu memproduksi hingga sebanyak 75 ribu metric ton gas elpiji.

Mana kala nantinya terjadi kelangkaan, maka Disperindag sebut Suparto, akan segera melakukan operasi pasar hingga ke desa-desa.

Baca: Bali United Hampir Pasti Lakoni 4 Laga Kandang Beruntun, Laga Pekan ke-4 Ditunda

Baca: Gelar Aksi Donor Darah, PSMTI Bali Kumpulkan 60 Kantong Darah Jelang Lebaran 2019

"Kami sudah wanti-wanti dan tekankan pada agen agar betul-betul memenuhi kuotanya sesuai kuota yang ada, yakni 75 ribu metric ton per hari," jelasnya.

Selain gas elpiji, Suparto juga mengklaim selama Idul Fitri ini, harga sembako dan stok relatif aman.

Seperti bawang putih saat ini di pasaran dijual dengan harga Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah Rp 25 ribu, dan cabai merah Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Baca: Stefano Lilipaly Dipastikan Absen Bela Timnas Kontra Yordania, ini Penyebabnya

Baca: PSMTI Bali Kumpulkan 60 Kantong Darah Jelang Lebaran

Hanya saja sebut Suparto, saat ini terjadi kenaikan terhadap harga daging ayam, yakni Rp 38 ribu per kilogram.

Harga tersebut berada diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang normalnya Rp 32 ribu per kilogram.

Pun terhadap telur ayam, HET-nya Rp 23.500, namun saat ini di pasaran dijual seharga Rp 25.500 per kilogram.

"Memang dari dulu sebelum Idul Fitri harganya sudah segitu. Salah satu penyebabnya harga pakan naik, dan ongkos kirim. Sehingga di pasaran telur itu Rp 25.500. Telur ada di Buleleng, ada juga yang didatangkan dari Bangli dan Tabanan. Kita di Buleleng kan penduduknya luas, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri," tuturnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved