Disdukcapil dan Pelayanan Puskesmas di Bangli Tetap Buka Selama Cuti Lebaran

Disdukcapil Bangli dan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangli tetap buka selama cuti bersama lebaran 2019

Disdukcapil dan Pelayanan Puskesmas di Bangli Tetap Buka Selama Cuti Lebaran
Tribun Bali/Fredey Mercury
Suasana pelayanan adminduk di Disdukcapil Bangli, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli tetap buka meski sebagian besar OPD cuti bersama Lebaran 2019. Namun demikian, pelayanan yang akan diberikan terbatas.

Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra membenarkan bahwa pihkanya tetap memberi pelayanan selama cuti bersama, terhitung mulai Senin (3/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019). Hanya saja, tanggal 5 dan 6, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) tidak buka.

“Ini untuk menghormati para pegawai muslim yang merayakan Idul Fitri,” ucapnya.

Diungkapkan, pelayanan adminduk selama cuti bersama hanya dibuka pada kantor disdukcapil Bangli. Sedangkan pelayanan dari di kantor-kantor kecamatan tutup karena keterbatasan jumlah tenaga.

Tiap hari, lanjut Sumantra, pelayanan akan diisi oleh empat petugas piket mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita.

“Cuma khusus untuk perekaman KTP elektronik, baik pembuatan baru atau hilang. Selain itu juga pembuatan atau pengurusan kartu keluarga (KK). Keduanya tergolong hal mendesak dan emergency untuk beragam kebutuhan. Salah satunya berobat ke rumah sakit. Sementara untuk pelayanan akta dan Kartu Identitas Anak (KIA), karena tidak terlalu mendesak, pelayanan dilakukan setelah hari efektif,” ungkapnya.

Pria asal Desa Siakin, Kintamani ini menambahkan untuk blanko  e-KTP jumlahnya masih cukup yakni mencapai 524 keping. Sebab itu bagi masyarakat yang hendak melakukan perekaman tidak perlu khawatir.

Tak hanya pelayanan adminduk, pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas Kabupaten Bangli pada cuti bersama juga tetap buka.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nengah Nadi, Puskesmas yang tetap membuka pelayanan adalah puskesmas rawat inap, serta lokasinya jauh dari RSUD Bangli.

“Hanya puskesmas yang jauh dari RSUD saja. Seperti di wilayah Kintamani tiga puskesmas, tetap buka selama 24 jam. Tenaga yang ditugaskan juga bervariasi, tergantung dari kebutuhan di lapangan dan ketersediaan dokter. Rata-rata, tiap puskesmas terdiri dari dua tenaga medis,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan sejumlah tenaga medis di beberapa posko, bergabung dengan instansi kepolisian.

Nadi menyebut, ada satu tim atau empat orang yang ditugaskan di masing-masing posko.

“Masa penugasan di posko ini sifatnya kondisional, sebab Bangli bukan merupakan jalur mudik. Penugasan petugas medis ini untuk berjaga-jaga saja, antisipasi jika terjadi kecelakaan wisatawan yang berkunjung ke Bangli,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved