Mudik Lebaran 2019, Kendaraan Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk Juga Meningkat

Meski banyak kendaraan roda dua dan empat meninggalkan Bali, ternyata kendaraan yang masuk ke Pulau Bali via Pelabuhan Gilimanuk cukup banyak

Mudik Lebaran 2019, Kendaraan Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk Juga Meningkat
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Beberapa kendaraan yang memasuki Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk menuju pos pemeriksaan KTP, Minggu (2/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Meski kendaraan roda dua dan empat serta muatan besar meninggalkan Bali karena arus mudik lebaran 2019, ternyata kendaraan yang masuk ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, cukup banyak.

Dirlantas Polda Bali, Kombespol AA Made Sudana menyebut, arus menuju Denpasar dan kabupaten dengan destinasi wisata unggulan Bali, terpantau ramai.

"Ramai malah yang berkunjung. Untuk arus mudik Lebaran, ya, bisa dibilang ramai lancar, lah," ucap Made Sudana ketika berbincang dengan awak media di Posko Terpadu Lebaran, Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (2/6/2019).

Dari data yang dihimpun hingga H-4 Lebaran, tercatat sebanyak 34 kapal yang beroperasi menuju Bali. Selain itu, ada sekitar 213 trip untuk mengangkut kendaraan.

Untuk penumpang, ada sekitar 36.532 orang atau melonjak 169 persen dari 2018 lalu, yang hanya 21.639 penumpang.

Adapun kendaraan roda dua yang masuk ke Bali sebanyak 715 kendaraan meningkat 105 persen pada periode yang sama dari tahun lalu. Sedangkan untuk kendaraan Roda 4, tahun lalu hanya sekitar 3655 kendaran. Di tahun ini meningkat 151 persen.

Pantauan Tribun Bali, memang untuk pagi hingga malam hari, kendaraan dengan dengan pelat nopol dari Jakarta, Surabaya, Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Malang serta Sidoarjo memadati dan kerap melintas keluar kapal menuju pos pemeriksaan KTP. 

Made Sudana menjelaskan, sejauh ini dari pengaturan lalu lintas yang dilakukan pihaknya dan jajaran Satlantas Polrea Jembrana, masih dalam kondisi padat lancar.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam pengaturan arus lalu lintas ketika lonjakan pemudik terjadi.

Sampai saat ini, arus mudik bisa teratasi dengan baik. Pergerakan kendaraan baik roda dua dan empat atau muatan besar masih bisa dikendalikan.

"Jauh hari kami sudah melakukan larangan untuk pemuatan barang untuk kendaraan muatan besar. Semoga itu dipatuhi," tegasnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved