Tertarik dengan Dunia Pageant? Luh Muani Academy Ajak Generasi Muda Asah Soft Skill
LMA mengajak anak muda mulai dari usia 9-25 tahun untuk mengembangkan soft skill serta mengasah bakat mereka
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masih banyak orang yang beranggapan bahwa hard skill merupakan satu-satunya bekal penting bagi siswa. Padahal, tidak sepenuhnya demikian.
Siswa pun wajib memiliki serta mengembangkan soft skill-nya agar ia dapat menjadi pribadi yang unggul.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dibentuknya Luh Muani Academy atau LMA.
Dibangun oleh tiga anak muda yakni Ryan, Evi serta Pande Dwi, LMA siap mewadahi bakat anak muda, khususnya agar siap tampil dalam dunia pageant.
Diadakan setiap satu minggu sekali, LMA mengajak anak muda mulai dari usia 9-25 tahun untuk mengembangkan serta mengasah bakat mereka.
Mentor public speaking LMA, Ryan Indra Darmawan menuturkan, LMA menghadirkan lima kelas yang terdiri dari pageant, modeling, MC presenter, art dan personality.
"Di pageant class peserta akan diberikan pelatihan mengenai public speaking, modeling, catwalk, attitude karena untuk menjadi duta tentunya harus mempelajari brain, beauty, behavior," ujar Ryan.
Sedangkan untuk kelas modeling peserta akan diajarkan mengenai tata cara dalam menjadi foto model serta model catwalk.
Untuk di kelas MC presenter, peserta didik akan diajarkan mengenai tips dan trik untuk menjadi seorang MC ataupun presenter profesional.
Berikutnya, di kelas art, pelatihan dibagi menjadi dua yakni pelatihan untuk acting dan vokal.
Di kelas personality, Ryan menjelaskan bahwa peserta didik akan diajarkan mengenai tentang sikap, berpikir, dan bertingkah laku layaknya seorang duta.
Masing-masing kelas tersebut dipandu langsung oleh mentor yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.
"Anak muda harus diberikan ruang kreatif untuk menyalurkan hobi, kesukaannya dan soft skill karena itu merupakan hal penting di masa sekarang," ungkap Ryan pada Minggu (2/6/2019).
Didirkan sejak satu tahun yang lalu, LMA telah memiliki peserta didik sebanyak 150 orang dan nantinya setiap peserta didik akan diuji untuk bisa meraih sertifikat kelulusan di kelas yang diikutinya.
Meskipun baru terbentuk, namun prestasi yang diraih oleh peserta didik LMA cukup banyak. Tahun 2018, misalnya, sebanyak 50 prestasi telah diraih para peserta LMA.
Beberapa prestasi yang diraih yakni Juara Lomba Fotogenik dan Foto Bergaya, Finalis Putra Putri Sekolah Ajeg Bali 2018, Finalis Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar 2018, Miss Teen Tourism Indonesia 2019 mewakili Indonesia di Philipina dan masih banyak prestasi lainnya.
Mentor MC, Erik Lehnsher menuturkan bahwa LMA telah mampu mendorong anak muda untuk menggali kreativitas baik di bidang modeling, pageant, MC maupun tarik suara.
Bagi Tribuners yang penasaran dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di LMA, dapat melihatnya di akun instagram LMA @luhmuaniacademy untuk mengetahui lebih lanjut berbagai keseruan yang dilakukan di LMA.
"Kami berharap agar generasi muda Bali semakin memiliki kemauan untuk belajar, belajar dan belajar serta berproses kreatif sehingga nantinya akan terbentuk bibit generasi muda Bali yang unggul dan siap bersaing di nasional dan juga internasional, serta tentunya dibekali dengan softskill," ucap Ryan Indra Darmawan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/luh-muani-academy-1.jpg)