4 WNA Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri di Lapas Kerobokan

Dari 354 WBP muslim yang diusulkan mendapat remisi khusus hari raya, empat orang di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA).

4 WNA Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri di Lapas Kerobokan
Tribun Bali/M Firdian Sani
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kerobokan Tonny Nainggolan saat ditemui media di Lapas IIA Kerobokan, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usulan remisi Hari Raya Idul Fitri juga akan diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) asing, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kerobokan.

Dari 354 WBP muslim yang diusulkan mendapat remisi khusus hari raya, empat orang di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA).

Tiga orang asal Malaysia dan seorang lagi dari Turki.

Baca: 7 WBP Lapas Kerobokan Langsung Bebas di Hari Raya Idul Fitri 2019

WNA yang memperoleh remisi adalah Ahmad Fazlin, Muhammad Faliq, Nurhisham.

Ketiganya warga negara Malaysia yang terjerat perkara narkotika.

Seorang lagi warga negara Turki bernama Ulvi turker, napi yang terjerat UU ITE.

"Para WNA itu mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri dengan potongan masa tahanan sebulan. Mereka mendapat remisi khusus I, jadi masih menjalani sisa tahanan," jelas Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIA Kerobokan, Tonny Nainggolan, Selasa (4/6/2019).

Pemberian remisi khusus hari raya akan diumumkan, Rabu (5/6/2019) usai WBP umat Muslim melaksanakan Salat Ied di masjid Lapas Kerobokan.

Tonny menyatakan, para WNA yang mendapat remisi karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

Di antaranya, telah menjalani pidana minimal enam bulan.

Selain itu, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lapas.

Pemberian remisi hari raya ini merupakan bentuk penghargaan kepada para penghuni yang berkelakuan baik.

Remisi adalah hak para warga binaan.

"Kategori mendapatkan remisi, harus berkelakuan baik, turut serta dalam program, dan paling tidak sudah menjalani masa hukuman enam bulan," terangnya. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved