Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Nusa Penida Ramai Hingga Sebabkan Kemacetan

Memasuki masa liburan Idul Fitri, sejumlah objek wisata di Nusa Penida, mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Libur Lebaran, Ruas Jalan Menuju Nusa Penida Ramai Hingga Sebabkan Kemacetan
Istimewa
Kemacetan menuju obyek wisata di Nusa Penida, Selasa (4/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Memasuki masa liburan Idul Fitri, sejumlah objek wisata di Nusa Penida, mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Bahkan kondisi ini membuat beberapa ruas jalan menuju objek wisata di Nusa Penida macet.

"Peningkatan wiasatawan sudah terjadi sejak, Sabtu (1/6/2019) lalu," ujar Nyoman Eka, seorang tour guide lokal Nusa Penida.

Selain karena high session bagi wisatawan asing, ramainya kunjungan juga karena libur panjang hari raya Idul Fitri, sehingga tidak hanya wisawatwan asing, Nusa Penida juga menjadi rujukan bagi wiasatawan lokal untuk berlibur

"Jadi liburan idul fitri ini, bersamaan dengan high session wisatawan asing. Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida benar-benar membludak," jelasnya

Kondisi ini pun dapat dilihat dari bagaimana kroditnya lalu lintas di Nusa Penida.

Beberapa ruas jalan menuju objek wisata populer di Nusa Penida macet total, dan tidak sedikit kondisi ini juga dikeluhkan wisatawan.

Belum lagi akses jalan yang masih rusak berat, membuat wisatawan kurang nyaman saat perjalanan menuju objek wisata

"Saya kemarin, Senin (3/6/2019), kebetulan dapat mengantar tamu lokal ke Broken Beach. Sepanjang jalan menuju objek wisata itu macet total, belum lagi jalan sempit dan rusak parah di Desa Bunga Mekar. Wisatawan mengeluh, mereka berlibur untuk refresh, malah ketemu macet lagi," ungkapnya

Kemacetan dan kroditnya lalu lintas hampir terjadi di ruas jalan menuju objek wisata populer di Nusa Penida, seperti ruas jalan Desa Bunga Mekar menuju objek wisata Dream Beach, Pantai Angel Billabong, dan Pantai Klingking.

Ruas jalan di Toya Pakeh dan Desa Sakti menuju Objek Crystal Bay.

Serta jalan menuju objek Bukit Molenteng di Desa Pejukutan, dan bukit teletubies di Desa Tanglad

"Semoga masalah yang sudah berlarut-larut ini dapat ditangani masyarakat. Pemerintah harus siap, dengan kondisi perkembangsn pariwisata yang pesat di Nusa Penida. Hal ini harus diatasi, sebelum berpengaruh negatif kepada citra pariwisata di Nusa Penida dan wisatawan justru meninggalkan Nusa Penida," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved