Nasib Tragis Putu Suparka, Tewas Karena Terlambat Menghindar Saat Pohon Kelapa Roboh

Putu Suparka (21) asal Banjar Gumung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali meninggal dunia setelah tertimpa pohon kelapa

Nasib Tragis Putu Suparka, Tewas Karena Terlambat Menghindar Saat Pohon Kelapa Roboh
(THINKSTOCK)
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Putu Suparka (21) asal Banjar Gumung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali meninggal dunia setelah tertimpa pohon kelapa, Senin (3/6/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Lokasinya di lahan milik I Wayan Renti Yasa, Banjar Dinas Timbul, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Kepala Pelaksana (kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa menjelaskan, sebelum tertimpa pohon korban bersama rekannya menebang pohon pule di lahan Renti Yasa.

Penebang 10 orang. 1 orang menebang, 1 orang mengawasi, sisanya menarik.

"Sekitar pukul 13.00 wita pohon pule pun roboh dan menimpa pohon kelapa. Tanpa disadari pohon kelapa mengenai korban bersama seorang rekannya Komang Adi karena lambat menghindar saat pohon kelapa roboh,"jelas IB Ketut Arimbawa, Selasa (4/6/2019).

Rekan korban seketika berdatangan untuk membawa ke Rumah Sakit Balimed.

Sayangnya dalam perjalanan Suparka telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut keterangan saksi, korban tertimpa pohon kelapa lantaraan lambat berlari saat pohon pule roboh dan mengenai pohon kelapa.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang di leher, pendarahan di otak, serta lecet pada dahi kanan. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses secara adat,"kata Arimbawa.

Sedangkan rekannya, Komang Adi, alami patah di bahu kanan dan masih dirawat di RS Balimed.

Dari pemeriksaan di tempat kejadian perkara dan keterangan beberapa saksi di lapangan, korban meninggal karena kecelakaan kerja (tertimpa pohon kelapa).

Tak ada tanda kekerasan dalam tubuh korban. Dari keluarga juga mengikhlaskan, dan tak mau dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved