Pasca Bom Bunuh Diri Kartasura, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri Kartasura, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri Kartasura, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Keamanan
Communication and Legal Section PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali
Pasca Bom Bunuh Diri Kartasura, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Keamanan 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Pasca terjadinya aksi terorisme dalam wujud bom bunuh diri yang terjadi di Kartasura, Sukoharjo Jawa Tengah pada Selasa malam kemarin.

Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Internasional I Gusti Ngurah Rai semakin meningkatkan keamanan serta kewaspadaan personel keamanan demi terjaminnya situasi bandar udara yang aman dan nyaman.

Sebagai obyek vital nasional yang berperan penting terhadap hajat hidup orang banyak, situasi bandar udara yang aman dan nyaman penting untuk diciptakan.

“Kami semakin meningkatkan keamanan dan kewaspadaan melalui berbagai langkah yang diterapkan. Hal ini merupakan langkah awal dalam mitigasi gangguan keamanan, serta untuk dapat memastikan situasi keamanan bandar udara, sehingga pengguna jasa bandar udara dapat bepergian dengan pesawat udara dengan nyaman dan aman,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono, dalam keterangan resminya, Selasa (4/5/2019).

Adapun langkah peningkatan keamanan yang tengah dilakukan adalah dengan cara peningkatan frekuensi patroli personel Airport Security, peningkatan pemantauan dan pengawasan melalui CCTV, peningkatan pemeriksaan barang secara random sampling dengan menggunakan Explosive Trace Detection (ETD) di check-in area, peningkatan pemeriksaan orang, barang, dan kendaraan yang akan memasuki sisi udara, serta berkoordinasi dengan personel tim keamanan gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Udara, Polsek KP3, dan unit K9.

Haruman menambahkan personel walking patrol dari unit Airport Security kami kerahkan untuk pengawasan, begitu pula kami telah melakukan langkah peningkatan pemantauan CCTV di area-area yang masuk dalam kategori rawan. 

“Kami juga telah mengimplementasikan peningkatan pemeriksaan terhadap arus penumpang, barang, dan kendaraan yang masuk ke dalam Daerah Keamanan Terbatas (DKT) di sisi udara. Meskipun demikian, unsur kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang tetap menjadi hal yang utama,” imbuh Haruman.

Ia menghimbau kepada para pengguna jasa bandar udara untuk turut mendukung terciptanya keamanan bandar udara, dengan cara melaporkan kepada petugas kami jika menjumpai barang yang mencurigakan, serta jika menemukan indikasi yang dapat membahayakan keamanan bandar udara dan keamanan penerbangan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved