Polres Badung Utamakan Penjagaan di Wilayah Pospam Dan Posyan Saat Malam Takbiran Nanti

Apel yang digelar itu untuk pengaman umat muslim dalam melaksanakan kegiatan dan juga menjaga wisatawan yang berlibur di Bali.

Polres Badung Utamakan Penjagaan di Wilayah Pospam Dan Posyan Saat Malam Takbiran Nanti
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana malam takbir di Lapangan Samudra Kuta, Kamis (14/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif, Polres Badung beserta jajaran melaksanakan apel kesiapan, menjelang malam takbiran, salat Ied dan perayaan 

Idul Fitri 1440 H. Selasa (4/6/2019).

Apel yang digelar itu untuk pengaman umat muslim dalam melaksanakan kegiatan dan juga menjaga wisatawan yang berlibur di Bali.

Bahkan dalam apel yang dipimpin langsung Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta itu menyarankan personelnya di lapangan agar selalu mengantisipasi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Badung.

Pejabat nomor satu di Polres Badung itu mengatakan Pospam dan Posyan merupakan tempat pelayanan Polri yang harus diutamakan.

Sehingga pihaknya meminta personel yang bertugas harus lebih siap dan siaga dalam melaksanakan pengamanan.

Lanjut Yudith menjelaskan untuk personel yang berada di masing-masing Polsek tingkatkan K2YD juga melakukan pengamanan dengan pola pengamanan jitu yang telah dikuasai seperti melakukan Razia di tempatnya bertugas.

Razia yang dimaksud seperti razia penduduk pendatang di masing-masing Kelurahan/Desa oleh Bhabinkamtibmas maupun Razia kendaraan di jalan, sehingga tidak ada celah bagi pelaku kejahatan melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Badung.

"Kita harus beri pengamanan lebih pada Ops Ketupat Agung ini. Semua personel harus lebih siap, lebih siaga. Selain itu tidak ada senjata diletakkan di atas meja, harus menempel pada personil yang jaga gunakan amunisi yang sesuai protap yakni peluru hampa dan peluru karet," terang AKBP Yudith di lapangan Polres Badung.

"Yang pegang senjata api, jadikan istri pertama yang selalu nempel di badan dan Kuasai SOP, Perkap 01 tahun 2009 tentang penggunaan senjata api," tambahnya.

Meskipun Ops Ketupat sudah digelar mulai tanggal 29 Mei 2019 ini, namun mulai besok pihaknya lebih ketat melakukan pengamanan, agar masyarakat muslim merasa nyaman dan aman merayakan hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Begitu juga masyarakat non muslim yang berlibur di Bali harus dilakukan pengamanan sehingga mereka merasakan Bali aman dan menyenangkan.

"Untuk rekan-rekan muslim, kita berikan kesempatan bersama keluarga untuk merayakan idul Fitri yang penuh berkah. Semoga kesempatan yang diberikan pimpinan digunakan dengan baik sehingga menjadikan berkah baginya," ungkap Perwira Menengah yang memiliki dua melati emas di pundaknya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved