Terkendala Sarana Prasarana, Dua SMPN Baru di Tabanan Bisa Terapkan Double Shift

Akibat tak terpasangnya anggaran di APBD Induk 2019, sarana dan prasarana di dua SMPN baru di Tabanan belum lengkap.

Terkendala Sarana Prasarana, Dua SMPN Baru di Tabanan Bisa Terapkan Double Shift
TRIBUN BALI / I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi - kegiatan belajar mengajar di SMP 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Akibat tak terpasangnya anggaran di APBD Induk 2019, sarana dan prasarana di dua SMPN baru di Tabanan belum lengkap.

Apalagi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan digelar bulan Juli mendatang.

Dinas Pendidikan Tabanan pun mengakui kembali mengusulkan di APBD Perubahan 2019 dengan nilai Rp 700 juta. Dan jika belum terealisasi, kedua sekolah ini nantinya terpaksa menerapkan sistem double shift atau masuk pagi dan sore.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, sarana yang dimaksud meja dan kursi belajar untuk siswa, meja kerja untuk tenaga pendidik, dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran.

Sebelum gagal terpasang di APBD Induk, penganggaran juga tak cair di APBD perubahan 2018 lalu.

Dengan kondisi ini bisa saja sistem pemerataan siswa di Tabanan menjadi berantakan. Bahkan kemungkinan terjadi kelebihan siswa di sekolah yang ada di Kecamatan Kediri dan Tabanan, karena siswa enggan masuk di sekolah baru.

"Kami sudah usulkan pada perubahan 2018 tapi belum bisa terealisasi karena waktu tender tak cukup. Sehingga akhirnya kami geser ke APBD induk 2019, tapi belum bisa terpasang juga mungkin karena ada hal prioritas lainnya," ujar Plt Dinas Pendidikan Tabanan, I Wayan Miarsana, Senin (3/6/2019).

Birokrat yang saat ini menjabat sebagai Asisten I Sekda Tabanan ini melanjutkan, anggaran yang diusulkan untuk pemenuhan kelengkapan sarana prasarana (sarpras) di dua sekolah baru dan beberapa sekolah lainnya senilai Rp 700 Juta.

Anggaran diprioritaskan ke dua SMP baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri.

Namun, kata dia, usulan di APBD perubahan 2019 ini akan dikawal ketat agar sarpras di dua sekolah tersebut dapat terpenuhi.

"Kami akan kawal dan mudah-mudahan bisa terealisasi di perubahan nanti," janjinya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved