Koster: Bendesa akan Didampingi Dosen dan Mahasiswa, Majelis Desa Adat Disiapkan Kantor

Terkait penerapan Perda tentang Desa Adat, Gubernur Wayan Koster mengatakan bendesa akan didampingi dosen & mahasiswa, Majelis Desa Adat dapat kantor

Koster: Bendesa akan Didampingi Dosen dan Mahasiswa, Majelis Desa Adat Disiapkan Kantor
Tribun Bali/Putu Supartika
Acara penandatangan prasasti dan penyerahan serta pencanangan pelaksanaan Perda Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali di wantilan Pura Samuan Tiga Gianyar, Selasa (4/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat Bali akan didampingi dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Bali.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat saat acara penandatangan prasasti dan penyerahan serta pencanangan pelaksanaan Perda Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, Selasa (4/6/2019) di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar.

"Pelaksanaan Perda ini akan didampingi perguruan tinggi. Dosen dan mahasiswa dampingi para bendesa dalam menyususun APBD, awig-awig, dan pararem. KKN, pengabdian masyarakatnya, saya sudah kumpulkan semua rektor untuk menangani ini semua, supaya menggunaaan KKN tematik sesuai dengan keburtuhan. Kita sinergi," katanya.

Baca: Koster Akan Bentuk Dinas yang Khusus Menaungi Desa Adat, Target Mulai Berlaku Tahun 2020

Selain itu, Majelis Desa Adat se-Bali juga akan melakukan pembinaan terkait jalannya Perda ini.

Untuk itulah, Koster mewacanakan akan menyiapkan kantor untuk Majelis Desa Adat.

"Majelis Desa Adat tingkat provinsi saya sudah siapkan kantor, tidak lagi numpang di Dinas Kebudayaan. Udah namanya desa adat, ada sebutan majelis utama. Utama kok kamarnya kecil, numpang lagi di Dinas Kebudayaan, gimana nggak berdad kali," katanya.

Untuk Majelis Desa Adat tingkat provinsi disiapkan kantornya di Jalan Cok Agung Tresna, bekas kantor Bawaslu.

Sementara kantor Bawaslu pindah ke rumah jabatan pimpinan DPRD yang tidak dipakai.

"Disiapin kantor, ada tenaga ngurusin administrasi, ada komputer, disiapkan mobil untuk jalan-jalan melakukan fungsi pembinaan, dikasi anggaran operasional," kata Koster.

Baca: Sentil KB Bali, Gubernur Koster: Sekarang Coba Cari KK, Jarang Ada Nama Ketut

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved