Rasa Syukur Taufik Kanu Setelah Bebas Dari Lapas Kerobokan 'Saya Ingin Jadi Ayah Yang Baik'

Seorang dari mereka, Taufik Kanu (35) mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan dua kemenangan hari ini.

Rasa Syukur Taufik Kanu Setelah Bebas Dari Lapas Kerobokan 'Saya Ingin Jadi Ayah Yang Baik'
Tribun Bali / Rino Gale
Taufik Kanu (35) salah satu WBP yang mendapatkan RK II dinyatakan bebas saat ditemui Tribun Bali usai salat Ied di Lapas Kerobokan Kelas II A, Badung, Rabu (5/6/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Setelah salat Ied bersama dengan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan kelas II A, Rabu (5/6/2019) pihak Lapas kemudian memberikan potongan masa tahanan atau Remisi Khusus (RK) kepada 354 narapidana.

Dari jumlah tersebut, ada tujuh orang narapidana yang mendapatkan RK II dan dinyatakan langsung bebas.

Mereka adalah Bustanil Arifin, Aris Purwanto, Ade Akbar, Handoyo, Syaprudin Muhamad Nasir, Taufik Kanu dan Tri Widodo Mulyono.

Seorang dari mereka, Taufik Kanu (35) mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan dua kemenangan hari ini.

Selain di Hari Kemenangan Idul Fitri sendiri yakni ia mendapatkan kemenangan berupa surat RK II yang dinyatakan langsung bebas

"Saya sangat berterimakasih dan bersyukur kepada Tuhan bahwa doa yang selama ini saya panjatkan tidak sia-sia," ujar mantan anggota TNI ini.

Saat ditanyai, apa yang dilakukan setelah bebas ?

Taufik mengatakan ingin menjalani hidup yang baru dan menjadi sosok ayah yang baik bagi anaknya.

"Setelah saya bebas hari ini, saya akan pulang ke rumah di Singaraja dan mulai menjalani hidup baru sebagai warga sipil serta menjadi ayah yang bagi anak saya," ujarnya sambil tersenyum.

Taufik Kanu mengungkapkan, selama ini sudah 16 kali belum pernah melaksanakan Hari Raya di bulan Ramadan bersama keluarga dikarenakan dulu masih bertugas menjadi TNI.

"Saya sudah 16 kali dengan ini tidak pernah merayakan Idul Fitri bersama keluarga karena saat itu saya sedang bertugas. Ya karena dulu saya sering berpindah tugas. Saya pernah bertugas di Lombok selama 2 tahun, Singaraja 7 tahun, dan selama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 5 tahun," ungkapnya.

Diketahui, Taufik Kanu adalah seorang mantan anggota TNI yang kemudian dijatuhi hukuman pidana desersi karena meninggalkan tugas.

Ia pun mendapat hukuman delapan bulan penjara.

"Saat itu saya terkena pidana desersi dengan hukuman delapan bulan penjara sebab meninggalkan tugas waktu itu. Setelah mendapatkan RK II ini saya akan menjalani hidup yang lebih baik lagi," tutupnya. (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved