Bali Kembali Kedatangan Pendatang, 800 Orang Tiba di Pelabuhan Benoa, Sebagian Tak Bawa Identitas

Bali Kembali Kedatangan Pendatang, 800 Orang Tiba di Pelabuhan Benoa, Sebagian Tak Bawa Identitas

Bali Kembali Kedatangan Pendatang, 800 Orang Tiba di Pelabuhan Benoa, Sebagian Tak Bawa Identitas
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Bali Kembali Kedatangan Pendatang, 800 Orang Tiba di Pelabuhan Benoa, Sebagian Tak Bawa Identitas 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 800 orang lebih asal Nusa Tenggara Timur berlabuh di Pelabuhan Benoa, kebanyakkan pendatang ke Bali tidak membawa identitas diri, Jumat (7/6/2019).

Sekitar 1300 orang yang menumpangi Kapal Motor Awu dari Nusa Tenggara Timur menuju Bali, kembali bersandar ke Pelabuhan Benoa.

Dinas Pencatatan Sipil (Discapil) Kota Denpasar pun mengatakan, setidaknya ada 800 orang pendatang sambangi Bali sore ini pasca Hari Lebaran 2019.

Kepala Discapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata saat ditemui di Pelabuhan Benoa hari ini pun mengatakan dari hasil kegiatan bersama tim gabungan terdata ada 800 orang yang datang ke Bali.

"Jadi dari kegiatan ini kita koordinasi dengan Pelni yang kita adakan sebanyak 5 kali. Ini yang pertama yang jumlah penumpang terdata sekarang berkisar 800 orang," ujarnya.

Lebih lanjut Dewa Gede mengatakan dari 800 orang tersebut, ada penduduk yang datang ke Bali tidak membawa identitas diri.

"Ya ada penemuan yang kita dapatkan, tapi kebanyakkan yang dilihat penumpangnya banyak anak-anak tanpa identitas setelah kita data ini yang nanti kita akan evaluasi dari petugas kita," lanjutnya.

Terkait dengan hasil pemeriksaan petugas yang tergabung dari Discapil, Polresta Denpasar, Polsek Benoa, Satpol PP, Discapil Provinsi, Dinas Sosial, kecamatan dan lainnya.

Dewa Gede nantinya akan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk menyelesaikan permasalahan pendatang yang tidak membawa identitas diri.

"Dari 800 orang dan kita temukan ada yang tidak membawa identitas diri. Ya nantinya kita akan koordinasi dengan Pelindo. Kita pulangkan atau kita rumahkan disini dulu. Itu untuk sementara dulu," tambahnya.

Sementara itu, dari pemeriksaan belum diketahui secara pasti berapa orang yang tidak membawa identitas diri tersebut.

Proses pendataan yang lama, dikatakan Dewa Gede Juli Artabrata Kepala Discapil Kota Denpasar, hal itu disebabkan karena kekurangan petugas dan alat saat bertugas.

"Mungkin yang dilihat ya kekurangan petugas dan meja ya. Jadinya terlihat menumpuk disini," tutupnya.

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved