Berita Banyuwangi

Barong Ider Bumi, Cara Warga Kemiren Banyuwangi Bersihkan Desa

Tradisi ini menjadi atraksi yang menarik bagi ratusan wisatawan yang tengah menghabiskan liburannya di Banyuwangi.

Barong Ider Bumi, Cara Warga Kemiren Banyuwangi Bersihkan Desa
istimewa
Barong Ider Bumi Cara Warga Kemiren Banyuwangi Bersihkan Desa 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Warga Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi kembali menggelar tradisi bersih desa, yang dikenal dengan ‘Barong Ider Bumi’.

Tradisi ini menjadi atraksi yang menarik bagi ratusan wisatawan yang tengah menghabiskan liburannya di Banyuwangi.

Barong Ider Bumi adalah ritual tolak bala (bencana) yang sudah turun temurun dilakukan warga desa Using (suku lokal setempat) sejak ratusan tahun yang lalu.

Ritual ini digelar setiap 2 Syawal, atau lebaran hari kedua. Tradisi ini ditandai dengan mengarak barong mengelilingi desa yang diakhiri dengan kenduri masal oleh warga di sepanjang jalan desa.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi konsisten menjaga tradisi warganya sebagai bentuk mempertahankan kearifan lokal.

Anas meyakini bahwa, kearifan lokal yang dibangun para leluhur itu dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan warganya.

“Ini adalah cara nguri-nguri budaya yang ditradisikan oleh Banyuwangi. Banyuwangi boleh saja maju, Banyuwangi juga boleh berkembang, tapi budaya Banyuwangi tidak boleh tertinggal dari pergaulan global. Oleh karena itu, sesibuk apapun, kami akan terus menjaga kelestarian budaya, salah satunya lewat balutan festival semacam ini,” kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat khususnya Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang telah mendukung perkembangan pariwisata Banyuwangi.

“Meski beliau hari ini tidak berada di tengah-tengah kita, namun atas nama warga Banyuwangi kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Menpar Arief Yahya yang selama ini telah banyak membantu dan memfasilitasi perkembangan pariwisata Banyuwangi. Seperti hari ini, beliau mengirimkan bantuan sound system untuk menunjang kegiatan kesenian di Desa Kemiren. Terima kasih Pak Menteri,” ucapnya.

Ritual adat Barong Ider Bumi digelar sore hari, yang diawali ritual sembur othik-othik, yakni ritual melempar uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga.

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved