Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Belajar Mengatur Keuangan Ala Bali Dengan Menjadi Pedagang dari Geguritan Basur

Walaupun geguritan ini berisi ajaran-ajaran yang sifatnya mistik, namun menurut Guna ada ilmu tentang berdagang

Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi - Lomba cerdas cermat pedagang di Pasar Badung, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menurut Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Bali, Putu Eka Guna Yasa, seorang yang ingin membuka usaha berdagang bisa mengambil teori dari Geguritan Basur.

Walaupun geguritan ini berisi ajaran-ajaran yang sifatnya mistik, namun menurut Guna ada ilmu tentang berdagang utamanya mengatur keuangan.

"Hal ini bisa dilihat ketika I Nyoman Karang memberikan semacam petuah kepada Ni Sokasti," kata Guna ketika dihubungi, Sabtu (8/6/2019).

Adapun isi petuah tersebut yaitu:

Lamun ngelah pipis patpat, ne dadua sepel pang ilid, yan ngelah pipis adasa, lalima penpen ka bungbung, wekasan ada antosang, bliyang tapih, da bogbog budag madahar.

Artinya kurang lebih:

Jika punya uang empat, yang dua ditaruh, kalau punya sepuluh, simpan dalam celengan (bumbung) lima, nanti setelah banyak bisa dibelikan sesuatu, jangan berbohong apalagi hanya untuk makanan.

"Intinya, jika kita memiliki uang, ingat sisihkan untuk tabungan. Agar esok punya simpanan,' katanya.

Selain tentang cara mengatur keuangan, dalam Geguritan Basur ini juga termuat tentang tata cara promosi.

Dalam geguritan tersebut ada kalimat "depang anake ngadanin" atau biarkan orang lain yang menilai.

Kalimat ini terdapat dalam Pupuh Ginada Depang Anake Ngadanin dan sudah banyak yang tahu.

Akan tetapi tak banyak yang tahu jika sumbernya adalah Geguritan Basur.

Menurut Guna kalimat ini bisa dimaknai sebagai sebuah testimoni saat berjualan.

Karena jika pedagang tersebut yang mengatakan bahwa dagangannya bagus atau kualitasnya baik, belum tentu pembeli percaya.

Dan jika menggunakan sebuah testimoni dari orang lain, maka cukup ampuh untuk menarik minat pembeli.

Sehingga sama seperti kalimat "depang anake ngadanin."

"Sekarang untuk berjualan apalagi online, kerap sekali orang menggunakan testimoni dari orang lain. Sarana promosi dengan tertimoni ini memiliki kelebihan, yakni kepercayaan dari pembeli," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved