China-AS Alami Perang Dagang, Mantan Waketum Kadin Beri Tanggapan

Baru-baru ini tersiar kabar mengejutkan di dunia teknologi yang cukup menggemparkan dunia, yakni pertempuran atau perang dagang antara China dengan AS

China-AS Alami Perang Dagang, Mantan Waketum Kadin Beri Tanggapan
Istimewa
Ilustrasi China Vs Amerika. China-AS Alami Perang Dagang, Mantan Waketum Kadin Beri Tanggapan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Baru-baru ini tersiar kabar mengejutkan di dunia teknologi yang cukup menggemparkan dunia, yakni pertempuran atau perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS).

Menanggapi fenomena ini, Mantan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Waketum Kadin) Bidang Ekonomi Kreatif Ketut MB Suardhana mengatakan, hal semacam ini dinilai seringkali terjadi terlebih dalam pasar yang saat ini mengarah ke dunia digital.

Dijelaskan oleh Founder Ganeca Digital ini, di luar negeri memang sudah sejak lama melakukan bisnis digital semacam ini.

"Anda bisa akses Facebook sekarang, ada medsos itu karena bisnis digital," kata dia.

Hal ini Suardhana katakan saat menjadi pembicara dalam seminar Innopreneur dan Netpreneur 'Mengupas Tuntas Manfaat Ekonomi Digital disertai Peluncuran Aplikasi Ganeca Digital' di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (8/5/2019) sore.

Selain Suardhana, pembicara lain dalam seminar itu yakni Dosen Stikom Bali IGKG Puritan Wijaya dan founder PT Bamboo Media Putu Sudiarta.

Dikatakan lagi oleh suardhana, di luar negeri berbagai platform digital juga sudah banyak yang mendunia seperti Amazon.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Suardhana mengatakan, sejak lima tahun terakhir infrastruktur ekonomi digital mulai disiapkan dengan matang seperti di luar negeri, terutama sejak disiapkannya super server Indonesian Cloud yang mirip dengan Alibaba Cloud.

Selain itu, infrastruktur lain seperti kabel optik dan satelit Palapa Ring I juga sudah disiapkan; serta adanya smartphone dan payment gateway atau sistem pembayaran digital seperto OVO dan Gopay.

"Itu adalah infrastruktur terjadinya bisnis digital. Bisnis digital itu adalah suatu bisnis yang berbasis internet dan adalah bisnis yang paling adil sebenarnya. Semua bisa memberi manfaat kepada masyarakat," kata dia.

Suardhana menilai, bisnis digital saat ini sangat penting untuk dijalankan karena dunia memang sudah mengarah ke sana.

"Budaya masyarakat dunia sudah ke sana, belanja melalui online dan lain sebaginya," tandas Sardhana. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved